SAMPANG || JDN – Menyikapi dampak musim kemarau panjang yang memicu krisis air bersih dan mengancam kesehatan masyarakat, Forum Sampang Sehat (FSS) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sampang serta pemangku kepentingan lintas sektor menyalurkan bantuan 1 juta liter air bersih untuk warga terdampak di lima kecamatan.
Aksi sosial terpadu ini melibatkan Bank Sampang, Rumah Sakit Mohammad Zyn (RSMZ), PT GSM, Perumda Trunojoyo, PT SSS, Baznas Sampang, Kejaksaan Negeri Sampang, serta sejumlah fasilitas kesehatan swasta—seperti RS Sukma Wijaya, RS Qonaah, RS Nindhita, Klinik Amin Medical Center, dan Klinik Mata. Pelepasan distribusi bantuan secara resmi dimulai pada Senin (7/9/2026).
Bupati Sampang, Slamet Junaidi, menjelaskan bahwa langkah nyata ini merupakan wujud hadirnya pemerintah daerah bersama Forum Sampang Sehat dalam mendampingi masyarakat yang mengalami kesulitan pasokan air bersih akibat kemarau panjang.
”Kegiatan hari ini baru saja kita meluncurkan bantuan air bersih untuk wilayah terdampak. Rencananya kita akan menyebarkan bantuan ini kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama di daerah-daerah yang rentan terhadap masalah kesehatan seperti stunting, gizi buruk, dan lain sebagainya,” ujar Slamet Junaidi.
Ia menambahkan, sinergi lintas sektor ini dibentuk murni untuk memastikan kehadiran negara di tengah krisis yang dialami warga.
”Maka kita hadir, yang diinisiasi oleh Ketua Forum Sampang Sehat, Farida. Yang pasti kegiatan kami wajib bermanfaat kepada masyarakat agar masyarakat bisa merasakan manfaatnya, dan kita juga hadir ketika masyarakat membutuhkan,” tegas Bupati.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Forum Sampang Sehat, Farida, memaparkan bahwa penyaluran bantuan fokus dialokasikan ke lima kecamatan yang mengalami kondisi krisis paling parah dari total 14 kecamatan di Kabupaten Sampang.
Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Kedungdung, Robatal, Karang Penang, Sreseh, dan Pangarengan.
”Distribusi satu juta liter air bersih ini merupakan salah satu ikhtiar yang kami lakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu masyarakat Sampang yang terdampak kekeringan,” terang Farida.
Farida memungkas, pengiriman air bersih dilakukan secara bertahap sebanyak 200 ribu liter per hari selama lima hari hingga puncaknya pada 30 September. Langkah ini diharapkan mampu menjaga taraf kesehatan serta kualitas hidup masyarakat di wilayah berstatus kering kritis. (Red/MLDN)










