Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Pemkab Sidoarjo Bersama Forkopimda Gelar Dialog Kebangsaan, Benteng Harmoni dari Polarisasi Digital 

×

Pemkab Sidoarjo Bersama Forkopimda Gelar Dialog Kebangsaan, Benteng Harmoni dari Polarisasi Digital 

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO || JDN –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan lintas elemen masyarakat menggelar Dialog Kebangsaan di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Kamis (13/8/2026). Langkah strategis ini diambil guna memperkokoh kerukunan sekaligus mengantisipasi ancaman polarisasi masyarakat di ruang digital menjelang Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

​Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo Subandi, menekankan krusialnya peningkatan literasi digital dan sikap kritis masyarakat dalam menyaring dinamika informasi di media sosial.

​”Kemudahan akses informasi saat ini menuntut kita secara cermat memilah dan memverifikasi kebenaran setiap berita agar tidak mudah terprovokasi. Kekuatan untuk menjaga persatuan berada di tangan kita bersama,” tegas Fenny dalam sambutannya.

​Fenny menilai, pergeseran opini di ruang maya kerap kali menjadi pemantik konflik sosial di dunia nyata. Oleh sebab itu, kewaspadaan kolektif terhadap penyebaran informasi bohong (hoax) serta ujaran kebencian (hate speech) menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban daerah.

​Sebagai kawasan yang berkembang pesat dengan heterogenitas penduduk yang tinggi, Sidoarjo dinilai memiliki kerentanan terhadap isu disintegrasi apabila hubungan antarumat dan antargolongan tidak dirawat secara berkelanjutan. Keragaman suku, agama, serta latar belakang organisasi menurutnya harus diposisikan sebagai modal sosial pembangunan, bukan pemicu perpecahan.

​”Mari terus merawat toleransi, memperkuat kerukunan, dan menghindari segala tindakan maupun ucapan yang memicu permusuhan di tengah masyarakat,” imbaunya.

​Agenda bertajuk “Merawat Bhinneka Tunggal Ika Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital” tersebut dipungkas dengan penandatanganan Komitmen 

Bersama. Deklarasi moral ini melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan (OKP), akademisi, hingga perwakilan media massa sebagai wujud sinergi menjaga kondusivitas Kabupaten Sidoarjo. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *