SAMPANG || JDN – Setelah dinyatakan hilang selama tiga hari, jasad Rumli (40), seorang nelayan asal Dusun Bukbatang, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, akhirnya ditemukan pada Jumat pagi (17/7/2026). Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengambang di Pantai Paniniran, Desa Tamberu Barat.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang akibat terjatuh dari perahunya saat mencari ikan di perairan Pasean, Kabupaten Pamekasan, pada Selasa (14/7/2026) lalu.
Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh dua orang nelayan setempat, Sipul (40) dan Kadir (35), warga Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah. Saat itu, keduanya sedang dalam perjalanan pulang usai menjaring ikan di laut sekitar pukul 08.00 WIB.
”Kami sedang jalan arah pulang setelah menjaring ikan. Di tengah jalan, kami melihat ada sosok tubuh yang mengapung telentang di air. Setelah kami dekati, ternyata itu jasad manusia. Kami langsung bergegas melaporkan temuan ini ke Polsek Sokobanah,” ujar Sipul, salah satu saksi mata di lokasi kejadian.
Saat ditemukan, jasad korban masih mengenakan pakaian lengkap berupa jaket kombinasi warna hijau-oranye serta celana panjang berwarna hitam. Namun, kondisi fisik korban sudah mengalami pembengkakan akibat beberapa hari berada di dalam air.
Mendapat laporan dari warga, jajaran Polsek Sokobanah langsung bergerak cepat menuju lokasi penemuan (TKP) bersama Unit Pamapta dan SPKT Polres Sampang, serta Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang.
Kapolsek Sokobanah memimpin langsung proses evakuasi jasad korban dari bibir pantai bersama petugas gabungan dan dibantu oleh masyarakat sekitar.
”Benar, hari ini sekitar pukul 08.00 WIB kami menerima laporan penemuan mayat di Pantai Paniniran. Kami bersama rekan-rekan dari SPKT Polres Sampang, BPBD, dan dibantu warga sekitar langsung melakukan evakuasi korban dari laut ke darat,” jelas Kapolsek Sokobanah saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Kapolsek menambahkan bahwa korban diidentifikasi sebagai Rumli, nelayan yang dilaporkan hilang kontak sejak Selasa lalu di wilayah perairan Pamekasan.
”Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung kami bawa ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan visum et repertum guna memastikan penyebab kematiannya. Selanjutnya, jenazah korban kami serahkan kepada pihak keluarga agar bisa segera dimakamkan secara layak,” pungkas Kapolsek Sokobanah.
Suasana haru menyelimuti proses penyerahan jenazah kepada pihak keluarga. Keluarga korban yang hadir menerima kejadian ini sebagai musibah murni akibat kecelakaan laut saat korban sedang bekerja mencari nafkah. (MLDN)














