Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Targetkan 4.000 UMKM Naik Kelas, Wabup Mimik Dorong Penguatan Layanan dan Legalitas di Sidoarjo

×

Targetkan 4.000 UMKM Naik Kelas, Wabup Mimik Dorong Penguatan Layanan dan Legalitas di Sidoarjo

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo || JDN –  Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memacu program peningkatan kelas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayahnya. Hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 2.121 UMKM telah berhasil naik kelas dari target total 4.000 UMKM pada tahun ini.

​Untuk memastikan program tersebut berjalan optimal, Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna meninjau langsung pelayanan di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo pada Selasa (7/7/2026).

​Dalam peninjauan tersebut, Mimik memastikan berbagai fasilitas bagi pelaku usaha mikro berjalan optimal. Layanan yang menjadi fokus perhatian meliputi kemudahan pengurusan perizinan, pendampingan usaha, hingga promosi produk melalui Galeri UMKM.

​”Kami ingin memastikan para pelaku UMKM di Sidoarjo mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat, dan tepat. Mulai dari pengurusan perizinan, pendampingan usaha, hingga pemasaran produk harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan begitu, semakin banyak UMKM yang naik kelas, produknya semakin berkualitas, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Mimik di sela-sela peninjauannya.

​Pada kesempatan yang sama, Wabup Mimik juga meninjau Galeri UMKM yang berfungsi sebagai etalase produk unggulan dari 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Beragam produk dipamerkan di galeri ini, mulai dari kain batik, pakaian bordir, sepatu, tas, hingga aneka makanan dan camilan khas Sidoarjo.

​Menurut Mimik, Galeri UMKM merupakan sarana strategis untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat luas maupun tamu kedinasan.

​”Kalau ada tamu yang datang ke Sidoarjo langsung saja ajak ke sini. Tamu dari dewan juga bisa diajak ke sini agar membeli produk UMKM Sidoarjo,” ucapnya menambahkan.

​Untuk menjaga kualitas, Galeri UMKM menerapkan standar ketat bagi produk yang dipasarkan. Produk yang dititipkan wajib merupakan hasil produksi sendiri (bukan reseller), memiliki kemasan standar, serta dilengkapi legalitas berupa ​Nomor Induk Berusaha (NIB), ​Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT)

​Sertifikat Halal, ​Izin BPOM (khusus produk makanan beku/frozen food, atau minimal dalam proses pengurusan dengan syarat telah berstatus halal).

​Selain galeri, Mimik juga mengapresiasi keberadaan Klinik UMKM yang berfungsi sebagai pusat konsultasi dan pendampingan administratif bagi para pelaku usaha mikro.

​”Bukan hanya orang sakit saja yang ada kliniknya, tetapi UMKM yang ingin berkembang juga ada kliniknya. Pelaku UMKM dapat memperoleh pendampingan pengurusan legalitas usaha, mulai dari NIB, PIRT, sertifikasi halal hingga berbagai kebutuhan administrasi lainnya,” tutur Wabup.

​Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, Amat Adi Subhan, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pelaku usaha agar mampu naik kelas. Upaya tersebut diwujudkan melalui peningkatan legalitas usaha, perluasan pemasaran, peningkatan kapasitas SDM, hingga kemudahan akses pembiayaan.

​”Kami juga menyediakan berbagai pelatihan gratis bagi masyarakat yang ingin memulai maupun mengembangkan usaha,” kata Amat.

​Ia menambahkan, pelatihan tersebut dirancang secara khusus guna meningkatkan keterampilan pelaku UMKM agar mampu memenuhi indikator naik kelas.

​”Pelatihan ini tidak hanya menghadirkan narasumber internal, tetapi juga berkolaborasi dengan berbagai mitra, seperti platform e-commerce dan sektor swasta agar pelaku usaha mampu mengikuti perkembangan pasar digital,” jelasnya.

​Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, total jumlah UMKM di Kabupaten Sidoarjo hingga Juli 2026 telah mencapai 153.288 unit usaha. Sepanjang periode tahun 2021 hingga 2025, tercatat sebanyak 21.275 UMKM sukses naik kelas. Pemerintah daerah optimistis sisa target pencapaian untuk tahun 2026 dapat terpenuhi melalui integrasi layanan yang terus diperkuat ini. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *