Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Bupati Subandi Lantik 80 Kades Terpilih Sidoarjo: Lupakan Perbedaan, Rangkul Mantan Lawan

×

Bupati Subandi Lantik 80 Kades Terpilih Sidoarjo: Lupakan Perbedaan, Rangkul Mantan Lawan

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO || JDN –  Sebanyak 80 kepala desa (kades) terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Sidoarjo resmi dilantik. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, di Pendopo Delta Wibawa pada Senin (29/6/2026).

​Acara sakral tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, Ketua DPRD Sidoarjo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta camat se-Kabupaten Sidoarjo.

​Dalam arahannya, Bupati H. Subandi menegaskan bahwa pelantikan ini bukanlah akhir dari sebuah kontestasi politik, melainkan babak baru pengabdian kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa jabatan kades adalah amanah rakyat sekaligus tanggung jawab moral yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

​”Mulai hari ini tidak ada lagi sekat-sekat perbedaan. Tidak ada lagi nomor urut ataupun kelompok pendukung. Yang ada sekarang adalah kepala desa yang wajib melayani seluruh masyarakat tanpa membedakan pilihan politik,” tegas Subandi di hadapan para kades baru.

​Dari total 80 kades yang dilantik, dinamika kepemimpinan desa di Sidoarjo mencatatkan perubahan signifikan. Tercatat hanya 17 orang yang berstatus sebagai petahana (incumbent), sementara sisanya merupakan wajah-wajah baru yang beberapa di antaranya berlatar belakang mantan sekretaris desa maupun perangkat desa.

​Melihat dominasi figur baru tersebut, Subandi memberikan atensi khusus. Ia menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) bersama para camat untuk bergerak cepat memberikan pembinaan dan pembekalan tanpa harus menunggu program formal bergulir.

​”Saya minta DPMD dan para camat tidak menunggu program resmi dari pemerintah daerah. Berikan pembekalan sejak awal agar para kepala desa memahami tugas, fungsi, kewenangan, dan aturan yang harus dijalankan. Semangat saja tidak cukup, harus dibarengi pemahaman terhadap regulasi,” cetus Bupati.

​Mengingat masa jabatan kepala desa saat ini mencapai delapan tahun, Subandi mengimbau para kades terpilih untuk segera melakukan rekonsiliasi total di tingkat akar rumput, termasuk merangkul para rival politik beserta pendukungnya selama masa Pilkades.

​”Setelah kembali ke desa masing-masing, saya berharap seluruh calon yang kemarin berkompetisi bisa dirangkul. Sekarang tidak ada lagi lawan, yang ada adalah kawan. Delapan tahun masa jabatan bukan waktu yang singkat. Jangan sampai habis hanya untuk memikirkan konflik politik. Gunakan waktu itu untuk membangun desa,” ujarnya optimistis.

​Ia meyakini, visi dan misi pembangunan desa hanya akan terealisasi secara optimal jika roda pemerintahan desa digerakkan dengan semangat persatuan, kerukunan, dan kekompakan.

​Di sisi lain, Bupati Sidoarjo mengapresiasi tinggi atas suksesnya pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 yang berjalan aman, tertib, dan kondusif. Hal ini, menurutnya, menjadi indikator matangnya kedewasaan berdemokrasi warga Sidoarjo. Ucapan terima kasih secara khusus juga dialamatkan kepada jajaran TNI, Polri, Forkopimda, panitia penyelenggara, serta seluruh elemen masyarakat yang mengawal jalannya pesta demokrasi desa ini.

​Terkait adanya riak-riak ketidakpuasan hasil pemilu, Subandi menegaskan bahwa jalur hukum tetap dihormati tanpa mengganggu tahapan birokrasi yang berjalan.

​”Kalaupun masih ada pihak yang menempuh jalur hukum terkait hasil Pilkades, itu adalah hak setiap warga negara. Negara kita adalah negara hukum dan semua diberikan kesempatan untuk menyelesaikan melalui mekanisme yang berlaku. Namun proses tersebut tidak menghalangi pelaksanaan pelantikan kepala desa yang telah ditetapkan sesuai ketentuan,” jelasnya.

​Menutup sambutannya, Subandi berpesan agar seluruh pihak memiliki jiwa pemenang yang demokratis, yakni siap menang dan siap kalah secara lapang dada.

​”Demokrasi mengajarkan kita untuk menghormati hasil pemilihan. Sekarang saatnya meninggalkan seluruh perbedaan dan bersama-sama membangun desa agar semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkasnya. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *