Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Staf Ahli Menag Puji Inovasi Kemenag Tuban, Tekankan Peningkatan Kompetensi ASN

×

Staf Ahli Menag Puji Inovasi Kemenag Tuban, Tekankan Peningkatan Kompetensi ASN

Sebarkan artikel ini

TUBAN || JDN –  Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban terus mematangkan tata kelola organisasi dan kualitas layanan publik. Langkah strategis ini ditegaskan dalam kegiatan Pembinaan Peningkatan Kualitas Tata Kelola dan Penguatan Program yang berlangsung di Aula Gedung Kementerian Haji dan Umrah Tuban, Jumat (19/6/2026).

​Acara bertajuk “Transformasi Kompetensi ASN Kementerian Agama Siap Beradaptasi Terdepan dalam Berinovasi” ini menghadirkan Staf Ahli Menteri Agama RI Bidang Hukum dan HAM, Faisal Ali Hasyim. Agenda ini diikuti oleh seluruh jajaran pejabat eselon IV, kepala KUA, penyuluh agama, pengawas, kepala satuan kerja madrasah, hingga perwakilan pilot project Kurikulum Berbasis Cinta.

​Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kemenag Tuban, Umi Kulsum, memaparkan sejumlah inovasi unggulan yang telah berjalan. Di antaranya program Si Legen, Si Sukma, Podcast Kemenag, Jamlima, Madrasah Ramah Anak, Kampung Moderasi Beragama, hingga rencana pendirian Cafe Religi sebagai ruang konsultasi gratis bagi masyarakat.

​Staf Ahli Menag, Faisal Ali Hasyim, memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai terobosan yang lahir di lingkungan Kemenag Tuban. Mantan Inspektur Jenderal Kemenag ini secara khusus menyoroti kepemimpinan perempuan yang dinilai mampu membawa perubahan positif dan mendorong budaya kerja inovatif.

​“Perubahan itu diawali dari pimpinan, kemudian diikuti oleh seluruh stafnya. Inovasi yang baik harus terus diolah dan disesuaikan dengan perkembangan zaman, termasuk memanfaatkan tren dan media sosial yang dekat dengan masyarakat,” ujar Faisal dalam arahannya.

​Faisal menekankan pentingnya peningkatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) secara berkelanjutan, terutama bagi penyuluh agama dan penghulu yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

​“Idealnya setiap ASN mendapatkan pelatihan minimal 20 jam dalam setahun. Kompetensi harus terus ditingkatkan agar pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas dan relevan dengan kebutuhan zaman,” tegasnya.

​Lebih lanjut, Faisal mengulas sejumlah tantangan krusial dalam pelayanan publik, seperti kualitas SDM, tata kelola organisasi, digitalisasi, infrastruktur, hingga akses informasi publik. Ia mengingatkan agar setiap layanan wajib menerapkan nilai-nilai hak asasi manusia dan responsif terhadap evaluasi.

​“Setiap program dan layanan harus memberikan dampak nyata. Harapan masyarakat kepada Kementerian Agama adalah hadirnya institusi yang bersih dari praktik KKN serta objektif dalam pengelolaan sumber daya manusia,” kata Faisal menambahkan.

​Di akhir arahannya, Faisal mengajak seluruh ASN Kemenag Tuban untuk mengimplementasikan Gerakan Kemenag ASRI (Aman, Sejuk, Rindang, dan Indah). Gerakan ini diharapkan tidak hanya membangun lingkungan kerja yang nyaman, tetapi juga menjadi fondasi dalam mendongkrak mutu pelayanan keagamaan di Kabupaten Tuban. (YANTI)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *