Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahPeristiwa

Wujud Solidaritas, MADAS Sedarah Gresik Terjunkan Personel Cari Pemancing Hilang di Perairan Benowo

×

Wujud Solidaritas, MADAS Sedarah Gresik Terjunkan Personel Cari Pemancing Hilang di Perairan Benowo

Sebarkan artikel ini

GRESIK || JDN – Organisasi kemasyarakatan Madura Asli (MADAS) Sedarah Kabupaten Gresik menerjunkan sejumlah personelnya untuk membantu operasi pencarian seorang pemancing yang dilaporkan hilang misterius di kawasan perairan Benowo, perbatasan Gresik-Surabaya. Langkah ini menjadi wujud solidaritas kemanusiaan di tengah medan pencarian yang dinilai cukup berat.

​Korban diketahui bernama Lutman Hakim (23), warga Kelurahan Romokalisari, Kecamatan Benowo, Surabaya. Ia diduga kuat tenggelam saat melakukan aktivitas memancing di sekitar kawasan hutan mangrove setempat sejak Senin pagi.

​Ketua DPC MADAS Sedarah Kabupaten Gresik, H. Muhammad Salim, S.Ag., turun langsung memimpin anggotanya di lapangan. Ia menegaskan, keterlibatan MADAS dalam operasi ini didasari oleh tanggung jawab moral dan komitmen sosial organisasi terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

​”Kami hadir bukan semata-mata sebagai organisasi kemasyarakatan, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab moral untuk membantu ketika ada warga yang membutuhkan pertolongan. Begitu mendapat informasi adanya pemuda yang diduga tenggelam saat memancing, kami langsung berkoordinasi dan mengerahkan anggota untuk ikut membantu proses pencarian,” ujar H. Muhammad Salim di lokasi kejadian.

​Di lokasi, personel MADAS membaur dan berkoordinasi erat dengan tim gabungan dari Basarnas, BPBD, Kepolisian, TNI, PMI, serta relawan lainnya. Proses penyisiran difokuskan pada titik-titik krusial yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat.

​Menurut Salim, soliditas antar-elemen di lapangan menjadi kunci utama dalam percepatan penanganan situasi darurat seperti ini.

​”Sinergi antara organisasi masyarakat, aparat pemerintah, relawan, dan unsur penyelamat menjadi faktor penting dalam menghadapi situasi darurat seperti ini. Karena itu, MADAS berupaya mengambil peran sesuai kemampuan yang dimiliki agar proses pencarian dapat berjalan lebih maksimal,” tambahnya.

​Hingga saat ini, kondisi medan yang didominasi oleh vegetasi mangrove yang lebat serta area perairan berlumpur menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat. Meski demikian, penyisiran terus dipersempit demi efektivitas pencarian.

Berdasarkan data resmi dari posko pencarian gabungan, korban Lutman Hakim memiliki ciri-ciri fisik sebagai berikut ​Rambut Pendek, ​Postur tubuh Kurus, ​Warna kulit Sawo matang, ​Pakaian terakhir, Jaket warna krem, celana panjang hitam, dan memakai sandal hitam.

​Di akhir keterangannya, H. Muhammad Salim menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dan memastikan pihaknya akan bertahan di lokasi hingga batas waktu operasi yang ditentukan.

​”Kami mengapresiasi kerja keras seluruh tim gabungan yang sejak pagi terus melakukan penyisiran. Semoga korban segera ditemukan dan keluarga diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini. MADAS akan terus mendukung proses kemanusiaan seperti ini selama dibutuhkan,” pungkasnya.

​Pencarian masih terus berlangsung dengan memantau pergerakan arus air dan vegetasi di sekitar muara. MADAS Gresik memastikan komitmennya untuk tetap bersiaga dan memberikan dukungan penuh hingga operasi kemanusiaan ini dinyatakan selesai. (Berdy/MDLN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *