SAMPANG || JDN – Pos Keamanan Lingkungan (Pos Satkamling) Desa Torjun resmi terpilih mewakili Kecamatan Torjun dalam ajang Lomba Pos Satkamling Tingkat Kabupaten Sampang 2026. Penunjukan ini menjadi momentum pembuktian keaktifan masyarakat setempat dalam menjaga kondusivitas lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan.
Tim penilai dari tingkat kabupaten pun telah turun langsung ke lokasi pada malam hari untuk melakukan verifikasi faktual. Evaluasi tersebut meliputi pengecekan sarana-prasarana, kelengkapan administrasi, kesiapsiagaan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas), hingga efektivitas sistem keamanan yang diterapkan warga.
Kapolres Sampang melalui Kasat Binmas AKP Moh. Mohni menegaskan, Pos Satkamling adalah pilar krusial dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Ia menekankan bahwa urusan keamanan bukanlah domain eksklusif kepolisian, melainkan tanggung jawab kolektif.
”Pos Satkamling harus terus diaktifkan karena tujuannya untuk menjaga keamanan masyarakat dan lingkungan. Keamanan bukan hanya dijaga oleh polisi, tetapi masyarakat juga memiliki kewajiban untuk menjaga keselamatan dan ketentraman lingkungannya sendiri,” ujar AKP Moh. Mohni saat memberikan arahan di hadapan personel Linmas dan warga.
Lebih lanjut, Mohni menjelaskan bahwa lingkungan yang aman merupakan fondasi utama bagi masyarakat untuk beraktivitas dengan nyaman. Karena itu, ia mengimbau warga untuk mempertebal kewaspadaan dini.
”Jika ada orang atau aktivitas yang mencurigakan, segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau Polsek setempat. Kewaspadaan masyarakat menjadi langkah awal untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Apresiasi tinggi datang dari Penjabat (Pj) Kepala Desa Torjun, Surayyah. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya. Namun, ia berharap esensi dari kegiatan ini melampaui batas kompetisi.
”Kami berharap keberadaan Pos Satkamling ini tidak hanya menjadi sarana penilaian lomba semata, tetapi menjadi pusat penguatan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan desa secara berkelanjutan,” tutur Surayyah.
Senada dengan Pj Kades, tokoh masyarakat Desa Torjun, R.H. Aulia Rahman, mengungkapkan bahwa kultur gotong royong dalam menjaga keamanan di desanya sudah mengakar kuat jauh sebelum lomba ini digelar. Pemerintah desa dan warga setempat terbiasa melakukan monitoring berkala serta membuka ruang dialog di akar rumput.
”Sebelum ada lomba Pos Satkamling, kami sudah aktif melakukan monitoring dan evaluasi di setiap dusun. Setiap tiga bulan kami mengadakan pertemuan bersama masyarakat untuk mendengarkan aspirasi, keluhan, sekaligus mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang ada di lingkungan,” ungkap R.H. Aulia Rahman.
Melalui integrasi semangat gotong royong dan kesadaran hukum yang tinggi, Pos Satkamling Desa Torjun diharapkan mampu menjadi percontohan (role model) bagi desa-desa lain di Kabupaten Sampang dalam menciptakan ruang hidup yang aman, nyaman, dan kondusif. (MLDN)














