SURABAYA || JDN – Menyambut Hari Bhayangkara 2026, Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menggelar lomba Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) dan Olah TKP. Kompetisi yang berpusat di Polresta Sidoarjo ini diikuti oleh jajaran anggota Reserse Kriminal (Reskrim) dari 30 Polres/Polresta/Polrestabes se-Jawa Timur.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kemampuan teknis, mengasah profesionalisme, sekaligus mengevaluasi kesiapsiagaan personel di lapangan dalam menangani sebuah tindak pidana.
Lomba tersebut dikemas melalui simulasi berbagai skenario tindak pidana yang kompleks. Tim juri dari jajaran senior Reskrim memfokuskan penilaian pada aspek kecepatan, ketepatan, serta kesesuaian prosedur penanganan TKP berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Setiap tim diuji secara ketat, mulai dari tahap pengamanan lokasi (status quo), pengumpulan barang bukti, hingga analisis awal kejadian.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, Kombes Pol Widi Atmoko, S.I.K., M.H., melalui Kasubdit III AKBP Arbariji Jumhur, A.Md., S.H., menyampaikan bahwa kompetisi ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Polri.
”Melalui lomba TPTKP dan Olah TKP ini, kami ingin memastikan seluruh personel memiliki kemampuan yang mumpuni dalam menangani setiap kejadian perkara secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur,” ujar AKBP Arbariji Jumhur.
AKBP Arbariji menekankan bahwa penanganan awal di lokasi kejadian merupakan fase krusial yang menentukan arah pengungkapan suatu kasus hukum. Kemampuan yang matang di fase ini akan berdampak langsung pada validitas proses penyelidikan dan penyidikan.
”Kemampuan awal dalam penanganan TKP sangat menentukan keberhasilan proses penyelidikan dan penyidikan suatu kasus. Karena itu, latihan yang dikemas dalam bentuk kompetisi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kerja anggota di lapangan,” tambahnya.
Melalui momentum Hari Bhayangkara 2026, Polda Jatim menjadikan ajang ini sebagai refleksi sekaligus penguatan kompetensi anggota demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
”Dengan keterampilan yang terus diasah, diharapkan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal dan kepercayaan publik terhadap Polri semakin meningkat,” pungkasnya.
Selain menjadi wadah peningkatan kemampuan teknis, kompetisi yang diikuti dengan antusias oleh para peserta ini juga berfungsi sebagai sarana mempererat soliditas antaranggota serta membangun semangat kompetitif yang sehat di lingkungan Polda Jatim. (MLDN)














