Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahPeristiwa

Diduga Keracunan Program MBG, 200 Siswa di Surabaya Dilarikan ke Puskesmas dan RS

×

Diduga Keracunan Program MBG, 200 Siswa di Surabaya Dilarikan ke Puskesmas dan RS

Sebarkan artikel ini

SURABAYA || JDN – Sebanyak 200 siswa dari 12 sekolah (tingkat TK, SD, dan SMP) di kawasan Tembok Dukuh, Kota Surabaya, dilaporkan mengalami gejala keracunan massal pada Senin (11/5/2026) siang. Insiden ini diduga kuat berasal dari paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.

​Laporan mulai masuk sekitar pukul 09.00 WIB ketika sejumlah sekolah melaporkan siswanya mengalami mual, muntah, dan pusing usai menyantap menu MBG.

​Kepala Puskesmas Tembok Dukuh, drg. Tiyas Pranadani, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan SPPG terkait untuk menarik seluruh paket makanan yang telah terdistribusi.

​”SPPG langsung menarik semua makanan yang belum dikonsumsi. Tindak lanjutnya, pihak SPPG juga berkomitmen untuk membiayai seluruh pengobatan siswa yang terdampak,” ujar drg. Tiyas saat ditemui di lobi RS IBI, Jalan Dupak.

​Hingga Senin siang, pendataan korban masih bersifat dinamis. Namun, data sementara menunjukkan sekitar 200 siswa terdampak, dengan rincian sekitar 100 anak dibawa ke Rumah Sakit Ibu dan Anak Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Surabaya untuk penanganan lebih lanjut.

​“Datanya masih belum fix karena laporan masih terus masuk dan kami hitung ulang. Mayoritas siswa mengalami gejala ringan seperti mual, muntah, dan pusing. Sejauh ini, belum ada laporan siswa yang harus menjalani rawat inap; sebagian besar hanya penanganan ringan,” jelas drg. Tiyas.

​Dugaan keracunan mengarah pada paket MBG karena seluruh siswa yang terdampak menerima distribusi dari satu sumber SPPG yang sama di wilayah Tembok Dukuh. Secara spesifik, pihak Puskesmas mencurigai salah satu komponen protein dalam menu tersebut.

​”Kemungkinan Puskesmas Tembok Dukuh menduga penyebab keracunan ini disebabkan oleh menu daging dalam Makanan Bergizi Gratis yang dikonsumsi hari ini,” tambahnya.

​Untuk memastikan penyebab pasti insiden ini, pihak Puskesmas akan menggandeng otoritas laboratorium kesehatan guna melakukan uji sampel makanan.

​”Tentu akan kami lakukan investigasi mendalam terkait kandungan makanan ini melalui BBLK (Balai Besar Laboratorium Kesehatan),” tegas drg. Tiyas.

​Selain mengevakuasi siswa ke rumah sakit, tim medis Puskesmas Tembok Dukuh juga mendatangi sekolah-sekolah terdampak untuk memastikan tidak ada siswa lain yang mengalami gejala serupa tanpa penanganan. Hingga berita ini diturunkan, situasi di lapangan dilaporkan mulai terkendali. (Limbad)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *