SIDOARJO || JDN – Menunjukkan sisi lain dari pembinaan organisasi pencak silat, sebanyak 201 siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sidoarjo Pusat Madiun menggelar aksi bersih-bersih di Markas Komando (Mako) Kompi 4 Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jatim, Krian, Sidoarjo.
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Latihan Cabang Zona 2 ini melibatkan peserta dari enam ranting, yakni Sukodono, Wonoayu, Prambon, Tarik, Balongbendo, dan Krian. Aksi ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara elemen masyarakat sipil dengan aparat penegak hukum.
Pantauan di lokasi menunjukkan suasana kebersamaan yang kental. Para siswa PSHT bahu-membahu bersama personel Brimob menyisir setiap sudut markas. Mulai dari pemotongan rumput yang liar hingga perapihan fasilitas umum di sekitar lingkungan Mako dilakukan secara intensif.
Tokoh senior PSHT, Mas Suroso, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa agenda ini membawa misi fundamental dalam pembentukan karakter kader PSHT.
“Kegiatan ini menjadi sarana membangun karakter generasi muda agar memiliki rasa peduli, tanggung jawab, dan semangat sinergi dalam membangun negeri. Ini bukan sekadar aksi bersih-bersih lingkungan,” tegas Mas Suroso.
Kolaborasi ini dipandang strategis untuk mengikis stigma negatif dan memperkuat nilai-nilai kedisiplinan serta nasionalisme di kalangan anggota pencak silat. Dengan bersinggungan langsung dengan jajaran Satbrimob, para siswa diharapkan mampu menyerap etos kerja dan disiplin tinggi yang diterapkan oleh korps baret biru tersebut.
Selain pemeliharaan lingkungan, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana pengabdian masyarakat. Kehadiran 201 siswa ini menjadi bukti bahwa PSHT berkomitmen menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusivitas serta semangat persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di wilayah Jawa Timur.
Melalui langkah nyata ini, PSHT Zona 2 Sidoarjo berharap dampak positifnya tidak hanya dirasakan secara estetika di lingkungan Mako Brimob, tetapi juga tertanam dalam jiwa setiap siswa sebagai bagian dari pengabdian kepada tanah air. (*)














