Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Jelang Suro 2026, Ketum PSHT Pusat Madiun Kumpulkan Ketua Cabang Tiga Provinsi untuk Jaga Kamtibmas

×

Jelang Suro 2026, Ketum PSHT Pusat Madiun Kumpulkan Ketua Cabang Tiga Provinsi untuk Jaga Kamtibmas

Sebarkan artikel ini

JAKARTA || JDN – Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun bergerak cepat dalam mengantisipasi potensi kerawanan menjelang momentum sakral bulan Suro 2026. Sebagai langkah preventif, Ketua Umum PSHT mengumpulkan seluruh ketua cabang dari tiga provinsi strategis untuk memberikan pembekalan khusus terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

​Pertemuan penting yang berlangsung di Jakarta pada Sabtu (2/5/2026) ini dihadiri langsung oleh para ketua cabang dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Agenda ini menjadi sangat krusial guna menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen menjaga stabilitas di wilayah masing-masing.

​Sejumlah tokoh kunci PSHT turut hadir dalam agenda tersebut. Selain Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, Kang Mas Drs. R. Moerdjoko HW, tampak hadir pula Ketua Dewan Pusat Kang Mas Issoebiantoro, SH, serta anggota Dewan Penasihat Kang Mas Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman.

​Dalam arahannya, Ketua Umum PSHT Kang Mas Moerdjoko menegaskan bahwa peringatan bulan Suro bukan sekadar tradisi rutin organisasi, melainkan momentum penting yang menuntut tanggung jawab moral tinggi untuk menjaga ketertiban.

​Ia menginstruksikan seluruh jajaran ketua cabang untuk terjun langsung mengedukasi warga di tingkat bawah agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang merugikan.

​“Ketua cabang harus aktif mengingatkan warga. Jaga kondusivitas, jangan sampai terjadi hal-hal yang mengganggu kamtibmas,” tegas Kang Mas Moerdjoko di hadapan para peserta pembekalan.

​Senada dengan hal itu, Dewan Pusat PSHT mengingatkan bahwa kekuatan utama organisasi terletak pada soliditas internalnya. Komunikasi yang intensif antara pengurus dan anggota di akar rumput sangat diperlukan untuk memitigasi potensi gesekan di lapangan.

​Di sisi lain, pesan dari Dewan Penasihat lebih menitikberatkan pada esensi spiritual dari peringatan Suro itu sendiri. Momentum pergantian tahun ini diharapkan menjadi ajang introspeksi diri bagi seluruh warga PSHT untuk merefleksikan kembali nilai-nilai persaudaraan.

​“Seluruh warga PSHT harus menjadi teladan. Jaga sikap, perkuat persaudaraan, dan utamakan ketertiban,” ujar Kang Mas Issoebiantoro menyampaikan pesan dari jajaran Dewan.

​Melalui pembekalan ini, PSHT Pusat Madiun berharap seluruh rangkaian kegiatan Suro 2026 di berbagai daerah dapat berjalan dengan aman, tertib, dan khidmat. Organisasi juga berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum dan masyarakat sekitar demi terciptanya kedamaian bersama.(YANTI)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *