Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahTNI/Polri

Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kediri Asah Profesionalisme Personel Lewat Lomba TPTKP

×

Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kediri Asah Profesionalisme Personel Lewat Lomba TPTKP

Sebarkan artikel ini

KEDIRI || JDN – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Resor (Polres) Kediri menggelar Lomba Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP). Kompetisi yang menguji ketangkasan dan ketelitian personel ini dipusatkan di halaman Mapolsek Ngasem pada Kamis (30/4/2026).

​Kegiatan dibuka langsung oleh Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si., dengan dihadiri oleh jajaran pejabat utama (PJU) Polres Kediri, para Kapolsek rayon, serta jajaran Kanit Reskrim dari seluruh Polsek di wilayah hukum Polres Kediri.

​Dalam arahannya, AKBP Bramastyo menegaskan bahwa TPTKP bukan sekadar rutinitas lapangan, melainkan fondasi utama dalam proses pengungkapan sebuah tindak pidana. Ia menggarisbawahi bahwa kualitas penyidikan sangat ditentukan oleh sterilisasi lokasi pada saat pertama kali petugas tiba.

​”Kita semua menyadari bahwa tindakan pertama di tempat kejadian perkara adalah garda terdepan. Keberhasilan penyidikan sangat bergantung pada bagaimana petugas yang datang pertama kali mampu mengamankan dan mengolah TKP sesuai prosedur,” tegas AKBP Bramastyo.

​Beliau juga mengingatkan risiko besar jika prosedur awal diabaikan. Kesalahan sekecil apa pun dalam menjaga status quo TKP dapat berakibat fatal bagi keadilan.

​”Kesalahan kecil bisa menyebabkan hilangnya barang bukti, kontaminasi jejak pelaku, hingga kaburnya arah penyidikan,” tambahnya.

​Lomba ini menjadi bagian dari implementasi program prioritas Kapolri dalam mewujudkan SDM Polri yang unggul dan Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan). Selain itu, Polres Kediri mendorong penguatan Scientific Crime Investigation (penyidikan berbasis ilmiah) yang dimulai dari ketelitian di titik nol perkara.

​Terkait momentum Hari Bhayangkara ke-80, AKBP Bramastyo menyebut angka tersebut sebagai refleksi atas perjalanan panjang pengabdian Polri kepada bangsa dan negara.

​”Momentum ini bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi saat yang tepat untuk melakukan refleksi dan meningkatkan kualitas pengabdian. Usia 80 tahun adalah bukti kedewasaan institusi Polri dalam melayani masyarakat,” ungkapnya.

​Kepada para peserta lomba, Kapolres memberikan instruksi khusus agar tidak hanya mengejar waktu. Menurutnya, dalam penanganan TKP, aspek ketepatan (accuracy) memiliki derajat yang lebih tinggi dibandingkan sekadar kecepatan.

​”Tindakan cepat memang diperlukan, namun harus tetap sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) agar tidak merusak barang bukti. Jangan sampai kecepatan justru mengorbankan integritas TKP,” pesan Kapolres.

​Di akhir sambutannya, Kapolres meminta agar hasil perlombaan dijadikan bahan evaluasi mandiri bagi setiap personel untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Kepada tim juri, ia menekankan pentingnya objektivitas dan transparansi dalam penilaian.

​Melalui ajang ini, Polres Kediri berkomitmen untuk terus melahirkan personel yang profesional, modern, dan terpercaya, guna menjamin penegakan hukum yang berkualitas bagi masyarakat Kediri. (MLDN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *