JEDDAH, Arab Saudi || JDN – Perum BULOG melakukan langkah strategis untuk memastikan jamaah Haji Indonesia musim 1447 H/2026 M mengonsumsi beras produksi dalam negeri. Langkah ini diperkuat melalui pertemuan tingkat tinggi di Kantor Urusan Haji Indonesia, Jeddah, Kamis (12/2), yang melibatkan Kementerian Agama (Kemenag) RI dan BPKH Limited.
Sinergi lintas instansi ini bertujuan mengoptimalisasi layanan konsumsi sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi haji melalui pemanfaatan produk nasional di tanah suci.
Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan mandat nasional untuk menjaga mutu konsumsi jamaah sekaligus menunjukkan kemandirian pangan Indonesia di mata dunia.
“Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan dengan stok beras tertinggi sepanjang sejarah. Beras yang kami kirim ke Arab Saudi merupakan beras super premium, pecahan (broken) di bawah 5 persen, kadar air rendah, dan diproses dari hasil panen terbaru. Ini bukan sekadar soal harga, tetapi soal harga diri bangsa,” tegas Ahmad Rizal.
Selain aspek prestise, Ahmad Rizal menambahkan bahwa penggunaan beras nasional sangat krusial bagi kesehatan jamaah. Karakter nasi yang “pulen” sesuai dengan selera nusantara diyakini mampu meningkatkan nafsu makan dan menjaga stamina jamaah selama menjalani prosesi ibadah yang berat.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, menjelaskan bahwa kolaborasi ini adalah bagian dari strategi besar peningkatan kualitas layanan, termasuk tata kelola fasilitas komersial di hotel-hotel jamaah di Makkah.
“Kami mendorong sinergi dengan BULOG dan BPKH Limited untuk memastikan kualitas layanan konsumsi, tata kelola hotel, serta optimalisasi nilai ekonomi yang tetap berorientasi pada kenyamanan jamaah,” ungkap Jaenal.
Dari sisi operasional di Arab Saudi, BPKH Limited memastikan bahwa seluruh pengelolaan area komersial dan distribusi logistik di hotel jamaah akan dilakukan secara legal dan profesional sesuai regulasi setempat.
“Sebagai entitas Merah Putih di Arab Saudi, kami berkomitmen mengibarkan identitas nasional melalui pengelolaan bisnis yang profesional, tertib regulasi, dan memberikan manfaat ekonomi sekaligus pelayanan terbaik bagi jamaah Indonesia,” tulis perwakilan.
Melalui kerja sama tripartit ini, penyelenggaraan Haji 2026 diharapkan tidak hanya sukses secara ibadah, tetapi juga menjadi momentum penguatan citra produk pangan Indonesia di level internasional.(*)











