SAMPANG, JDN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang mencatatkan pencapaian signifikan dalam penuntasan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025. Di bawah kepemimpinan Bupati H. Slamet Junaidi dan Wakil Bupati H. Akhmad Mahfudz, pergerakan indikator makro ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sampang menunjukkan tren positif di tengah keterbatasan anggaran.
Ketua Media Center Sampang (MCS), Fathor Rahman, menilai keberhasilan penuntasan RPJMD tersebut tidak lepas dari peran Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan
Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Sampang sebagai motor penggerak utama. Menurutnya, Bappedalitbang dinilai efektif merumuskan, mengoordinasikan, hingga memantau eksekusi program agar tetap selaras dengan visi kepala daerah.
”Fokus utamanya sangat jelas, yakni penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengentasan kemiskinan demi memacu pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Fathor.
Peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan warga Sampang tecermin dari pergerakan sejumlah indikator makro. Laju pertumbuhan ekonomi Sampang pada 2025 tercatat melesat ke angka 3,45%. Angka ini menembus target awal sebesar 2,56% sekaligus menjadi rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir, setelah sempat merosot ke 1,71% pada 2024.
Berdasarkan data historis, pertumbuhan ekonomi Sampang selama setengah dekade terakhir mencatatkan dinamika fluktuatif: 0,29% pada 2021; 2,31% pada 2022; 2,56% pada 2023; 1,71% pada 2024; dan melonjak ke 3,45% pada 2025.
”Meskipun sempat terperosok pada 2024, laju ekonomi Sampang pada 2025 melesat tajam ke 3,45%. Angka ini melampaui target awal sekaligus menjadi rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir,” ungkap Kabid Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi (Rendalev) Bappedalitbang Sampang, Reza Bayu Julianto, mewakili Kepala Bappedalitbang Umi Hanik Laila, Senin (27/7/2026).
Reza mengakui, meski masih berada di bawah rata-rata nasional (5,04%) dan rata-rata Provinsi Jawa Timur (5,22%), pertumbuhan tersebut merupakan performa ekonomi terbaik Sampang dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Selain pertumbuhan ekonomi, sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan tren membaik:
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Meningkat dari 66,72% pada 2024 menjadi 67,23% pada 2025, mendekati target RPJMD sebesar 67,35%.
Usia Harapan Hidup (UHH) Naik 0,23% dari 73,66 tahun menjadi 73,89 tahun, seiring dengan perbaikan layanan di RSUD Moh. Zyn.
Angka Kemiskinan Mampu menekan jumlah warga miskin dari 20,83% (214.320 jiwa) pada 2024 menjadi 20,61% (213.980 jiwa) pada 2025, sejalan dengan target RPJMD.
Daya Beli Masyarakat, Pengeluaran per kapita meningkat dari Rp9.782.000 menjadi Rp10.030.000.
Di balik capaian tersebut, Pemkab Sampang tetap memberikan perhatian khusus pada sejumlah tantangan mendasar, terutama di sektor pendidikan. Kenaikan Indeks Pendidikan tercatat masih relatif tipis, yakni sebesar 0,01%.
Reza memaparkan, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) untuk warga usia 25 tahun ke atas di Sampang baru mencapai 5,12 tahun.
Hal ini mengindikasikan mayoritas masyarakat belum menyelesaikan pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) serta belum memenuhi program Wajib Belajar 9–12 tahun. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh tingginya populasi lansia yang tidak memiliki ijazah formal.
Di samping itu, meski angka kemiskinan turun menjadi 20,61%, posisi Kabupaten Sampang masih berada di papan bawah (peringkat ketiga terbawah) di Jawa Timur.
”Hasil ini bukan untuk membuat kita berpuas diri, melainkan jadi cambuk untuk bekerja lebih keras. Pada tahun 2026, kami memasang target pengentasan kemiskinan yang jauh lebih agresif, yakni turun hingga 19,86%,” pungkas Reza. (MLDN/Sup)














