Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahPeristiwa

Truk Pasir Patah As di Perlintasan KA Cerme Lor, Satlantas Polres Gresik Terapkan Buka-Tutup Jalur

×

Truk Pasir Patah As di Perlintasan KA Cerme Lor, Satlantas Polres Gresik Terapkan Buka-Tutup Jalur

Sebarkan artikel ini

GRESIK || JDN – Arus lalu lintas di jalur strategis Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, mengalami kemacetan parah pada Rabu (3/6/2026) pagi. Sebuah truk bermuatan pasir dengan nomor polisi W 8319 UZ mengalami patah as roda tepat di tengah Perlintasan Kereta Api (KA) Cerme Lor sekitar pukul 06.30 WIB.

​Peristiwa ini sempat memicu kepanikan pengguna jalan mengingat lokasi kejadian berada tepat di jalur aktif perlintasan kereta api.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, insiden bermula sesaat setelah petugas palang pintu KA membuka kembali akses jalan usai melintasnya KA Airlangga (KAA) 62 Lokal Bojonegoro.

​Saat truk bermuatan penuh pasir tersebut mulai bergerak melintasi rel, terdengar suara benturan keras dari bagian bawah kendaraan. As roda truk tiba-tiba patah, menyebabkan kendaraan berat tersebut mandek seketika dan menutup sebagian besar badan jalan.

​Perwakilan dari KAI Properti, Agus Herwani, membenarkan kronologi peristiwa krusial tersebut.

​”Betul, setelah pelayanan KAA 62 Lokal Bojonegoro selesai dan perlintasan kami buka kembali, truk dengan nomor polisi W 8319 UZ yang membawa muatan pasir tiba-tiba mengalami patah as. Akibatnya, kendaraan tidak bisa bergerak dan langsung menghambat arus lalu lintas di sekitar perlintasan utama ini,” ungkap Agus saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

​Mengantisipasi kepadatan yang meluas dan potensi bahaya lanjutan, personel Unit Laka Lantas Polres Gresik segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan serta rekayasa arus lalu lintas.

​Mewakili Unit Laka Lantas Polres Gresik, Ipda Reno menjelaskan bahwa pihak kepolisian langsung menerapkan sistem buka-tutup jalur guna memastikan urat nadi transportasi antarkota tetap bergerak meskipun melambat.

​“Sementara ini arus lalu lintas kami berlakukan sistem buka-tutup dua arah karena kondisi jalan yang sempit dan harus digunakan secara bergantian. Petugas kami sudah siaga penuh di lapangan melakukan pengamanan serta pengaturan lalu lintas, sembari menunggu proses pembenahan dan evakuasi truk selesai. Kami upayakan penanganan berjalan taktis agar arus kembali normal secepatnya,” tegas Ipda Reno.

​Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan dari TNI-Polri bersama pihak terkait masih terus berupaya di lapangan guna mempercepat proses evakuasi bangkai truk. Karakteristik jalur Cerme Lor yang padat oleh kendaraan besar membuat insiden kelayakan kendaraan seperti ini rawan memicu kemacetan yang mengular panjang.

​Selain faktor usia kendaraan, dugaan kelebihan muatan (Over Dimension Over Load/ODOL) juga menjadi perhatian dalam insiden ini. Penertiban terhadap truk angkutan barang yang melebihi kapasitas dinilai krusial demi menjaga keselamatan pengguna jalan dan mencegah kerusakan infrastruktur.

​Masyarakat dan pengguna jalan yang hendak melintasi kawasan Cerme Lor diimbau untuk tetap waspada, mematuhi instruksi aparat yang bertugas di lapangan, atau memilih jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas. (Berdy/Pungky)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *