Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Tradisi 20 Tahun, Ratusan Warga Sumberejo Penuhi Mushola Sabilun Najah Sambut Lailatul Qadar

×

Tradisi 20 Tahun, Ratusan Warga Sumberejo Penuhi Mushola Sabilun Najah Sambut Lailatul Qadar

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO || JDN – Menyongsong malam ke-26 Ramadhan, Mushola Sabilun Najah di Desa Sumberejo, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, menjadi pusat kekhidmatan warga. Sebanyak 500 jamaah memadati area RT 01 RW 01 untuk mengikuti rangkaian ibadah menyambut malam Lailatul Qadar pada Minggu malam. Minggu, 15/3/26.

​Kegiatan rutin tahunan ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat dari RT 01 hingga RT 10. Tradisi yang telah mengakar selama dua dekade ini tidak hanya menjadi simbol ketaatan spiritual, tetapi juga penguat kohesi sosial di desa tersebut.

​Acara dibuka dengan syahdu melalui lantunan sholawat Mahalul Qiyam oleh santri Majelis Ta’lim Al-Anwar. Perwakilan panitia, Ustadz Suliono, menegaskan bahwa konsistensi warga dalam menjaga agenda ini adalah kunci kekuatan iman di wilayahnya.

​“Kegiatan ini sudah berjalan kurang lebih 20 tahun. Ini menjadi tradisi masyarakat untuk memperkuat iman sekaligus menjalin kebersamaan,” ujar Suliono dalam sambutannya.

​Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Desa Sumberejo, H. Sahar Maulana, yang turut hadir di tengah jamaah, menitipkan pesan agar kerukunan warga tetap menjadi prioritas utama.

​“Silaturahmi harus terus dijaga agar kebersamaan dan kerukunan warga tetap terpelihara,” tegas H. Sahar.

​Puncak acara diisi dengan tausiah oleh KH. Nur Khozin, S.Pd.I. Dalam ceramahnya, beliau mengingatkan jamaah bahwa nilai kemanusiaan di hadapan Sang Pencipta tidak diukur dari aspek lahiriah.

​“Allah tidak melihat rupa manusia, tetapi melihat hati dan amalnya,” tutur KH. Nur Khozin di hadapan ratusan jamaah yang hadir.

​Lebih lanjut, ia memaparkan empat pilar utama bagi kemajuan suatu peradaban atau masyarakat, ​Ilmu para ulama sebagai penunjuk jalan, ​Kepemimpinan yang adil dari pemerintah, Kedermawanan dari mereka yang berkecukupan, ​Doa kaum fakir (fuqara).

​Acara yang berlangsung penuh kekeluargaan ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh KH. Nur Khozin. Melalui doa tersebut, warga berharap dapat meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar serta keberkahan bagi kemajuan Desa Sumberejo ke depannya.

​Kehadiran tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa dalam satu forum ini membuktikan bahwa sinergitas antar elemen di Desa Sumberejo masih terjaga dengan sangat baik.(*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *