Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHukum & Kriminal

Petani Lansia di Sampang Ditemukan Tewas Mengapung di Waduk Tlambah

×

Petani Lansia di Sampang Ditemukan Tewas Mengapung di Waduk Tlambah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SAMPANG || JDN -Setelah dinyatakan hilang selama dua hari, Sarima al B. Munarji (70), seorang petani asal Dusun Angsana Barat, Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, ditemukan meninggal dunia di Waduk Desa Tlambah pada Rabu (28/01/2026) siang.

​Penemuan jasad korban pada pukul 14.20 WIB tersebut mengakhiri pencarian intensif yang dilakukan pihak keluarga bersama kepolisian dan warga setempat sejak Senin lalu.

Example 300x600

​Peristiwa bermula saat korban berpamitan kepada anaknya, Abdurrosid, untuk mencari rumput pakan ternak di sekitar lingkungan rumah pada Senin (26/01) sekitar pukul 16.00 WIB. 

Namun, hingga malam hari, korban tak kunjung kembali ke rumah.

​Merasa khawatir, Abdurrosid bersama tetangga sempat melakukan penyisiran mandiri namun nihil hasil. Pihak keluarga kemudian resmi melaporkan hilangnya korban ke Polsek Karang Penang pada Selasa (27/01) siang.

​”Pencarian sempat diperluas mencakup area hutan kecil hingga lahan pertanian, namun baru membuahkan hasil pada hari ketiga setelah warga melihat benda mencurigakan mengapung di waduk,” ujar salah satu warga di lokasi kejadian.

​Jasad korban ditemukan sekitar 2 kilometer dari kediamannya. Setelah dikonfirmasi oleh Abdurrosid bahwa jenazah tersebut adalah ayahnya, warga bahu-membahu mengevakuasi korban menggunakan perahu kecil menuju daratan.

​Berdasarkan pemeriksaan awal tim medis dan kepolisian, korban diduga kuat meninggal akibat tenggelam saat beraktivitas. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mencurigakan pada tubuh korban.

​Kapolsek Karang Penang, Ipda Ahmad Fauzi, menegaskan bahwa pihaknya telah menjalankan prosedur penanganan sesuai standar operasional yang berlaku.

​”Kami segera mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan penemuan, mengawasi proses evakuasi, berkoordinasi erat dengan keluarga untuk memastikan keadaan terkendali, serta mendokumentasikan surat pernyataan penolakan otopsi dari ahli waris,” jelas Ipda Ahmad Fauzi.

​Ia menambahkan, meski keluarga telah menerima kejadian ini, pihaknya tetap mendokumentasikan berkas penyelidikan untuk memastikan aspek legalitas prosedur terpenuhi.

​Di sisi lain, pihak ahli waris yang diwakili oleh ketiga anak korbanAbdurrosid, Munarji, dan Duljemin—menyatakan telah mengikhlaskan kepergian sang ayah sebagai musibah.

Keluarga secara resmi menolak tindakan otopsi dan menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut pihak manapun di kemudian hari.

​Jenazah kini telah disemayamkan di rumah duka dan direncanakan akan dimakamkan sesuai syariat Islam. Atas kejadian ini, otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas sendirian di area perairan seperti waduk. (Sup)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *