Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahPendidikan

Efisiensi Produksi Melejit, Mahasiswa Untag Surabaya Hadirkan Alat Pengiris Kacang Inovatif bagi UMKM di Mojokerto

×

Efisiensi Produksi Melejit, Mahasiswa Untag Surabaya Hadirkan Alat Pengiris Kacang Inovatif bagi UMKM di Mojokerto

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MOJOKERTO ||  JDN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) R21 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melakukan langkah nyata dalam mendukung digitalisasi dan modernisasi UMKM lokal. Kali ini, sasarannya adalah UMKM Gumulir Guyih di Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Mojokerto, yang mendapatkan bantuan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa alat pengiris kacang tanah semi-manual.

​Selama ini, UMKM milik Ibu Yuli Astuti tersebut masih mengandalkan cara konvensional menggunakan pisau dapur. Proses manual ini memakan waktu lama, membutuhkan ketelitian tinggi agar potongan seragam, dan membatasi jumlah produksi harian.

Example 300x600

​Merespons kendala tersebut, tim KKN Sub Kelompok 1 merancang alat pengiris berbahan kayu jati dengan dimensi 350 x 90 x 170 mm. Alat ini memiliki kapasitas 500 gram dalam sekali penggunaan dan dilengkapi mekanisme pengatur ketebalan irisan.

​”Penerapan inovasi ini diharapkan mampu mempercepat proses pemotongan kacang secara signifikan, mengurangi beban kerja, dan meningkatkan efisiensi waktu produksi tanpa memerlukan energi listrik,” jelas yang mewakili tim pelaksana.

​Penyerahan alat yang dilakukan pada 9 Januari 2026 ini merupakan puncak dari pendampingan dua tahap. Diawali dengan survei lapangan dan wawancara mendalam, tim memastikan bahwa alat yang dibuat benar-benar menjawab kebutuhan nyata di alur produksi peyek.

​Tak hanya soal produksi, mahasiswa Untag Surabaya juga memberikan dukungan pemasaran berupa ​Pemberian Banner Usaha, sebagai sarana promosi untuk memperkuat identitas visual UMKM. ​Edukasi Operasional Memastikan mitra mampu merawat dan menggunakan alat secara mandiri.

​Ibu Yuli Astuti, selaku pemilik usaha, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas bantuan tersebut. Ia optimistis kehadiran teknologi sederhana ini akan menjadi kunci bagi usahanya untuk naik kelas dan memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

​Favian Jiwani dan Allan Febriyanto (Teknik Industri), bersama rekan tim dari Teknik Informatika serta Ilmu Administrasi Niaga, berharap inovasi ini dapat menjadi contoh bagi pelaku UMKM lain di wilayah Mojokerto.

​Dengan sinergi antara akademisi dan pelaku usaha mikro, efisiensi produksi bukan lagi sekadar impian, melainkan langkah nyata menuju kemandirian ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Sumber: Tim KKN R21 Sub Kelompok 1, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *