SUMENEP || JDN – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sumenep menegaskan komitmennya dalam mendukung program perlindungan sosial pemerintah daerah. Hal ini ditunjukkan melalui kehadiran Kapolresta Sumenep bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam kegiatan Launching Penyuluhan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil
Cukai Hasil Tembakau (BLT-DBHCHT) Tahun 2026, yang digelar di PR Bumitama Blambangan, Dusun Angsanah, Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep.
Program bansos bernilai strategis ini ditujukan bagi para buruh pabrik tembakau dan buruh tani tembakau di wilayah Kabupaten Sumenep sebagai langkah nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor pertembakauan.
Selain jajaran Kepolisian, kegiatan peluncuran tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sumenep, Dandim 0827/Sumenep, Kepala Satuan Intelijen Kejaksaan Negeri (Kasat Intel Kejari) Sumenep yang mewakili Kepala Kejaksaan Negeri, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta ratusan warga penerima manfaat.
Kehadiran jajaran Kepolisian di tengah Forkopimda ini menjadi wujud pengawalan terhadap kebijakan sosial Pemkab Sumenep agar berjalan tepat sasaran, aman, dan transparan. Selain penyerahan secara simbolis, agenda tersebut diisi dengan penyuluhan teknis agar para penerima manfaat memahami mekanisme penyaluran serta dapat memanfaatkan dana bantuan secara optimal untuk kebutuhan pokok keluarga.
Dalam keterangannya, Kapolresta Sumenep menegaskan kesiapan jajarannya untuk terus membangun sinergi lintas sektoral guna mengawal seluruh program prioritas pemerintah daerah.
“Polresta Sumenep mendukung penuh program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami siap bersinergi dengan Pemkab Sumenep, TNI, Kejaksaan, serta seluruh stakeholder agar pelaksanaan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak,” ujar Kapolresta Sumenep.
Penyaluran BLT-DBHCHT 2026 diharapkan dapat menjadi stimulus ekonomi yang meringankan beban hidup para pekerja rentan di industri tembakau lokal, sekaligus mendorong stabilitas ekonomi di tingkat tapak.
Hingga seluruh rangkaian acara penyuluhan dan peluncuran selesai, situasi di lokasi kegiatan terpantau aman, tertib, dan kondusif. (MLDN)














