Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaTNI/ Polri

Bentengi Generasi Muda, Polresta Malang Kota Edukasi Pelajar Bahaya Kejahatan Siber dan Judol

×

Bentengi Generasi Muda, Polresta Malang Kota Edukasi Pelajar Bahaya Kejahatan Siber dan Judol

Sebarkan artikel ini

KOTA MALANG || JDN -Polresta Malang Kota terus memperkuat langkah preventif guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Fokus utama kali ini menyasar sektor pendidikan melalui edukasi mengenai ancaman kejahatan siber dan praktik judi online (judol) yang kian mengkhawatirkan di kalangan remaja.

​Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, turun langsung memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada para siswa pada Senin (20/4/2026). Dalam kunjungannya, ia menekankan bahwa pesatnya teknologi digital bagaikan pisau bermata dua yang membuka celah kriminalitas jika tidak dibarengi dengan literasi yang kuat.

​AKP Rahmad merinci bahwa kejahatan siber saat ini mencakup spektrum yang luas, mulai dari peretasan akun, penipuan daring, penyebaran konten ilegal, hingga jeratan judi online yang mulai menyasar generasi Z.

​”Pelaku sering memanfaatkan kelengahan korban di media sosial atau aplikasi pesan instan untuk mencuri data pribadi maupun mencari keuntungan finansial. Dampaknya sistemik; tidak hanya kerugian materiil, tetapi juga memicu trauma psikologis yang mendalam bagi korban,” ujar AKP Rahmad di hadapan para siswa.

​Pihak kepolisian menegaskan bahwa dunia maya bukanlah ruang tanpa hukum. AKP Rahmad mengingatkan para siswa bahwa setiap pelanggaran digital memiliki konsekuensi hukum yang berat sesuai dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

​Menanggapi fenomena judi online yang masih sulit diberantas sepenuhnya, ia menjelaskan bahwa tantangan utama terletak pada kecepatan pelaku dalam mereplikasi situs baru.

​”Pemblokiran situs terus dilakukan, namun pelaku sangat cepat membuat domain baru. Itulah sebabnya penanganan judol adalah tanggung jawab lintas sektor. Edukasi dan kesadaran masyarakat, termasuk pelajar, menjadi kunci utama untuk memutus rantai penyebarannya,” tegasnya.

​Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi antara kepolisian dan institusi pendidikan untuk melahirkan lingkungan belajar yang aman dan berintegritas. Polresta Malang Kota menaruh harapan besar agar para pelajar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, namun juga menjadi subjek yang taat hukum.

​“Kami ingin para siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman hukum yang baik. Mereka diharapkan bisa menjadi agen perubahan yang turut menjaga kamtibmas di lingkungan masing-masing,” pungkas AKP Rahmad.(MLDN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *