Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Kebakaran Gunung Buthak Membesar, Helikopter Water Bombing Dikirim ke Petak 100

×

Kebakaran Gunung Buthak Membesar, Helikopter Water Bombing Dikirim ke Petak 100

Sebarkan artikel ini

KOTA BATU || JDN –  Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan lereng pegunungan di wilayah hukum Polres Batu. Setelah sempat padam, titik api baru terpantau menyala kembali di Petak 100 Gunung Buthak, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

​Menanggapi situasi darurat tersebut, Tim Gabungan Kepolisian Resor (Polres) Batu Polda Jawa Timur bersama instansi lintas sektor dan relawan langsung menerjunkan puluhan personel serta menutup total akses pendakian untuk sterilisasi wilayah.

​Berikut ringkasan fakta penanganan karhutla Gunung Buthak, Petak 100 Gunung Buthak, Pujon, Kabupaten Malang (total luasan terdampak mencapai 15 hektar), 65 personel gabungan (Polres Batu, instansi terkait, dan relawan), 1 unit helikopter water bombing milik BPBD Jawa Timur. Gunung Buthak, Gunung Panderman, dan Gunung Bokong.

​Kebakaran vegetasi di kawasan ini pertama kali dilaporkan pada Selasa pagi (1/9/2026). Petugas gabungan sempat memadamkan api pada sore harinya. Namun, kondisi cuaca kering dan terik memicu munculnya titik api baru di lokasi awal.

​Kapolres Batu AKBP Dr. Aries Purwanto melalui Kasi Humas Polres Batu, Iptu M. Huda, mengonfirmasi pergerakan tim penanggulangan sejak Sabtu pagi (5/9/2026).

​”Sebanyak 65 personel kembali melakukan pemadaman sekaligus memantau sejauh mana luasan lahan yang terbakar,” tegas Iptu M. Huda, Minggu (6/9/2026).

​Untuk mempercepat penanganan, Polres Batu membagi kekuatan menjadi dua tim operasional ​Tim Ground Zero Difokuskan pada pemadaman langsung titik api di darat, ​Tim Pengamanan Disiagakan untuk menyisir dan mengamankan jalur pendakian dari potensi bahaya.

​Penanganan darat sempat terkendala oleh medan terjal dan angin kencang. Oleh karena itu, bantuan armada udara dikerahkan untuk melakukan pengeboman air sejak Sabtu (5/9/2026).

​”Upaya pemadaman manual di darat terkendala oleh medan yang ekstrem dan embusan angin kencang. Oleh karena itu, sejak kemarin kami melibatkan pemadaman udara menggunakan helikopter water bombing,” jelas Iptu Huda.

​Sebagai langkah mitigasi risiko, pihak kepolisian mengambil tindakan tegas dengan menghentikan seluruh aktivitas wisata alam dan pendakian di kawasan pegunungan sekitarnya.

​”Untuk keselamatan warga dan wisatawan, seluruh aktivitas wisata alam di kawasan tersebut dihentikan sementara waktu hingga situasi benar-benar dinyatakan aman,” tambah Iptu Huda.

​Penutupan total ini berlaku untuk seluruh akses menuju Gunung Buthak, Gunung Panderman, dan Gunung Bokong sampai batas waktu yang belum ditentukan. (Red/MLDN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *