SAMPANG || JDN – Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pangarengan bersama Pemerintah Desa Apaan bergerak cepat meninjau rumah tak layak huni milik Riyanti (40), seorang janda yang tinggal bersama anak perempuannya di Dusun Beringin Tengah, Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Kamis (3/9/2026) pagi.
Kedatangan Pelaksana Tugas (Plt) Camat Pangarengan Mohammad Junaidi, Kapolsek Pangarengan IPDA Sujianto, dan Danposramil 0828/13 Pangarengan Peltu Karmuji, didampingi Kepala Desa Apaan Hj. Buadah serta tokoh masyarakat Moh.
Hotib, dilakukan guna memastikan kondisi bangunan kayu bertatap seng milik buruh serabutan tersebut yang dilaporkan nyaris roboh.
Plt Camat Pangarengan, Mohammad Junaidi, menegaskan bahwa peninjauan lapangan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam merespons aduan warga terkait kesejahteraan sosial.
”Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat Pemerintah Kecamatan Pangarengan dalam menindaklanjuti laporan atau aduan masyarakat terkait kesejahteraan sosial di wilayah kami,” ujar Mohammad Junaidi di lokasi peninjauan.
Pihak kecamatan telah mendata tingkat kerusakan fisik bangunan untuk segera dikoordinasikan dengan dinas terkait dan dilaporkan langsung kepada Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, guna penanganan lebih lanjut.
Riyanti mengaku cemas setiap kali berada di dalam rumahnya karena kondisi struktur bangunan yang terus menurun dan membahayakan keselamatan.
”Inilah kondisi yang kami alami, kondisinya ya seperti ini. Sebenarnya kami takut dan waswas untuk ditempati, khawatir roboh atau ambruk,” ungkap Riyanti.
Meski dalam keterbatasan, Riyanti menyampaikan apresiasi atas perhatian Forkopimcam dan Kepala Desa Apaan yang telah memberikan bantuan darurat berupa pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari serta gubuk sementara bertatap seng di samping rumah utamanya.
”Alhamdulillah Hj. Buadah Kepala Desa kami sangat peduli dan perhatian kepada keluarga kami, dengan memberikan perhatian khusus kebutuhan pokok sehari-hari serta bantuan sementara tempat tinggal untuk berteduh bersama anak perempuan saya di samping rumah, antisipasi hal yang tidak diinginkan,” tambah Riyanti.
Riyanti berharap peninjauan ini dapat segera ditindaklanjuti dengan program perbaikan rumah agar ia dan anaknya bisa tinggal di hunian yang lebih aman.
”Harapan kami ingin tempat tinggal yang lebih layak, semoga ada perhatian dari pemerintah atau para dermawan,” pungkasnya. (Red/MLDN)














