Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahPendidikan

Razia Bolos Sekolah, Satpol PP Amankan 9 Pelajar di Warkop dan Antisipasi Narkoba

×

Razia Bolos Sekolah, Satpol PP Amankan 9 Pelajar di Warkop dan Antisipasi Narkoba

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO || JDN –  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sidoarjo bersama Satpol PP Provinsi Jawa Timur menjaring sembilan pelajar yang kedapatan bolos pada jam pelajaran, Kamis (20/8/2026). Penertiban yang dimulai pukul 07.30 WIB ini berfokus pada pencegahan kenakalan remaja, termasuk potensi peredaran minuman keras dan narkoba di lingkungan siswa.

​Operasi penertiban menerjunkan 41 personel gabungan—terdiri atas 20 personel Pleton 3, 13 personel Patmor, serta 8 personel Satpol PP Jatim. Petugas menyisir empat titik warung kopi yang terindikasi kerap dijadikan tempat berkumpul siswa saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung.

​Empat lokasi tersebut meliputi ​Warkop Gayeng (pertigaan Desa Kemiri). ​Warkop area belakang Rusunawa. ​Warkop Suli (Siwalanpanji). ​Warkop Kapling (Siwalanpanji).

​Seluruh siswa yang terjaring langsung didata dan diberikan pembinaan di tempat sebelum diserahkan ke pihak terkait. Operasi berjalan aman, tertib, dan kondusif.

​Plt Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Sidoarjo, R Novianto Koesno Adi Putro, menegaskan bahwa sasaran razia ini melampaui sekadar pelanggaran kedisiplinan sekolah.

​”Razia ini untuk mencegah siswa bolos sekaligus mengantisipasi peredaran minuman keras dan narkoba di kalangan pelajar,” ujar Novianto.

​Menurutnya, keberadaan siswa di tempat publik saat jam pelajaran memicu ruang terjadinya gangguan ketertiban publik dan pola pergaulan tidak sehat.

​Bupati Sidoarjo, Subandi, menyatakan bahwa pengawasan terhadap aktivitas pelajar akan dilakukan secara berkala dan berkelanjutan guna mencegah eskalasi masalah sosial di kawasan tersebut.

​”Upaya seperti ini akan terus kami lakukan. Anak-anak harus mendapatkan pengawasan yang baik, baik ketika berada di sekolah maupun di luar sekolah,” tegas Subandi.

​Subandi juga menyoroti pentingnya peran aktif dari lembaga pendidikan dan orang tua dalam memantau perkembangan perilaku anak.

​”Orang tua harus ikut mengawasi. Sekolah juga harus aktif. Semua pihak bisa ikut berperan. Pembinaan, pendidikan karakter, pengawasan keluarga, serta lingkungan pergaulan yang sehat harus berjalan bersamaan,” tambahnya.

​Ia mengimbau agar komunikasi antara pihak sekolah dan wali murid terus diperkuat agar setiap indikasi penyimpangan perilaku dapat terdeteksi dan ditangani lebih dini. Pemkab Sidoarjo berkomitmen mendorong sinergi lintas sektor demi menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang aman bagi generasi muda. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *