SAMPANG || JDN – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah kandang sapi dan dapur milik Mat Yadi (64), warga Dusun Manju Barat, Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Insiden ini mengakibatkan dua ekor sapi mati terbakar dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp45 juta.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa memilukan ini bermula dari kelalaian saat membakar sampah di area belakang kandang.
Sumyana, istri pemilik kandang, diketahui sedang membakar sampah sebelum akhirnya meninggalkan kobaran api tersebut untuk tidur di dalam rumah. Api yang tanpa pengawasan dengan cepat menyambar tumpukan bahan kering di sekitarnya, lalu membesar dan merembet ke struktur bangunan kandang serta area dapur.
Kepulan asap dan kobaran api pertama kali disadari oleh putri pemilik rumah, Hosniyati. Sontak, ia berteriak histeris meminta pertolongan warga sekitar.
”Api cepat sekali membesar. Warga langsung berdatangan mencoba memadamkan api dengan alat seadanya dan berusaha menyelamatkan ternak,” ujar Hosniyati saat dimintai keterangan di lokasi kejadian.
Warga bergotong-royong memadamkan api agar tidak menjalar ke bangunan rumah utama. Tak lama kemudian, armada dari Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Wilayah Ketapang tiba di lokasi untuk melakukan lokalisasi dan pendinginan, hingga api benar-benar berhasil dipadamkan.
Meski rumah utama berhasil diselamatkan dan tidak ada korban jiwa manusia, dampak kerugian ekonomi yang dialami Mat Yadi tergolong berat. Selain bangunan kandang dan dapur yang rata dengan tanah, dua ekor sapi milik korban tidak sempat diselamatkan hingga tewas terpanggang.
Pihak kepolisian setempat yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta menggali keterangan dari sejumlah saksi kunci, termasuk Sumyana dan Hosniyati. Dari hasil penyelidikan awal, sumber api murni dipicu oleh kelalaian aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan.
Menanggapi insiden ini, pihak berwenang mengimbau keras seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca kemarau yang kering. Warga diminta untuk tidak sekali-kali meninggalkan pembakaran sampah atau sumber api lainnya tanpa pengawasan, guna mencegah bahaya kebakaran yang dapat merugikan harta benda maupun nyawa. (MLDN)














