Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahPeristiwa

Dugaan Mesum di Balai Desa Putat Lor Gresik, Warga Desak Oknum Kasun Mundur

×

Dugaan Mesum di Balai Desa Putat Lor Gresik, Warga Desak Oknum Kasun Mundur

Sebarkan artikel ini

GRESIK || JDN –  Warga Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, digemparkan oleh dugaan tindak asusila yang melibatkan seorang oknum Kepala Dusun (Kasun) dan seorang perangkat desa tetangga. Peristiwa penggerebekan oleh warga tersebut terjadi di lingkungan Kantor Balai Desa Putat Lor pada Jumat (14/8/2026) malam.

​Dugaan skandal ini melibatkan oknum Kasun Kletak berinisial S dan seorang perempuan berinisial Y, yang diketahui menjabat sebagai perangkat Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti.

​Peristiwa bermula saat kegiatan rapat Karang Taruna di pendopo Balai Desa Putat Lor usai. Sejumlah warga yang masih berada di lokasi mencurigai keberadaan satu unit sepeda motor yang terparkir di dekat area kamar mandi balai desa.

​Khawatir terjadi tindak pidana pencurian inventaris kantor seperti komputer, warga berinisiatif melakukan pemeriksaan ke salah satu ruangan kantor desa yang dalam kondisi gelap dan tidak terkunci.

​”Benar ada peristiwa penggerebekan yang dilakukan warga terhadap salah satu oknum kepala dusun. Lebih jelasnya silakan tanya kepada Pak Sekdes karena beliau ada di lokasi saat kejadian,” ujar seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan, Minggu (15/8/2026).

​Sumber tersebut menambahkan, saat ruangan diterangi menggunakan cahaya ponsel, warga mendapati pasangan S dan Y di dalam ruangan yang gelap tersebut.

​”Mereka ditemukan oleh warga dalam ruangan gelap, yang perempuan hanya mengenakan baju atasan tanpa bawahan,” ungkapnya.

​Sontak, kabar penggerebekan di fasilitas pemerintahan desa itu dengan cepat menyebar hingga memicu kerumunan warga di sekitar balai desa hingga larut malam.

​Masyarakat menyesalkan dugaan perbuatan tidak terpuji tersebut, terlebih dilakukan di kantor desa yang seharusnya menjadi pusat pelayanan publik serta dilakukan oleh oknum pamong desa yang sudah berkeluarga.

​Atas kejadian ini, warga menuntut pertanggungjawaban tegas dari instansi terkait dan mendesak oknum Kasun S untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

​“Warga meminta Kasun untuk mundur. Perangkat desa seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, bukan justru menimbulkan persoalan di kantor desa,” tegas warga.

​Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait masih terus dilakukan:

Sekretaris Desa Putat Lor, Junaedi Ahmad, yang disebut berada di lokasi kejadian, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp.

Pj Kepala Desa Putat Lor, Eko, belum memberikan keterangan resmi terkait langkah internal pemdes.

Camat Menganti, Bagus Arif Jauhari, juga belum merespons upaya konfirmasi mengenai sanksi atau tindakan administratif terhadap oknum perangkat desa tersebut.

​Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Gresik dan pihak berwenang untuk mengusut tuntas dugaan pelanggaran etik ini secara transparan, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. (Red/Tim)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *