JAKARTA || JDN – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri agenda makan siang bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, di Markas Denma Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (11/8/2026).
Pertemuan lintas institusi ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kementerian dan lembaga negara pendukung stabilitas nasional. Turut hadir dalam forum tersebut Panglima TNI, Jaksa Agung RI, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) RI, Wakil Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL), dan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU). Dalam agenda ini, Kapolri didampingi oleh Kabaintelkam Polri dan Kabareskrim Polri.
Agenda tersebut diselenggarakan sebagai ruang koordinasi informal guna mempererat hubungan kerja yang telah terbangun antar-pimpinan institusi negara. Interaksi ini dinilai krusial untuk menjaga korelasi dan keselarasan strategi dalam merespons berbagai dinamika serta isu strategis nasional.
Di tengah perkembangan situasi politik dan keamanan yang dinamis, keterpaduan antar-unsur negara menjadi kunci utama. Keterlibatan sektor politik, pertahanan, keamanan, penegakan hukum, hingga intelijen diposisikan agar saling mendukung secara terintegrasi. Hubungan kelembagaan yang solid ini diarahkan untuk mendukung keberlangsungan roda pemerintahan serta menjamin iklim yang kondusif bagi pembangunan nasional.
Bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), konsolidasi ini merupakan bagian dari langkah nyata dalam membangun kerja sama yang presisi dan efektif bersama seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).
Meskipun tiap-tiap institusi memiliki garis fungsi dan kewenangan yang berbeda berdasarkan undang-undang, seluruh elemen menyepakati satu cita-cita tunggal: menjaga kepentingan bangsa serta menghadirkan rasa aman dan kepastian hukum bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pertemuan lintas pimpinan ini menegaskan komitmen kolektif institusi negara dalam menjawab tantangan nasional ke depan. Melalui saluran komunikasi yang terbuka dan kerja sama antar-lembaga yang semakin padu, jajaran pimpinan optimis dapat memberikan pengabdian optimal agar kehadiran negara kian dipercaya dan dirasakan manfaatnya oleh publik. (MLDN)














