Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Proyek Jalan Kedung Mangu Mangkrak, Warga Desak Pemkot Surabaya Bertindak

×

Proyek Jalan Kedung Mangu Mangkrak, Warga Desak Pemkot Surabaya Bertindak

Sebarkan artikel ini

SURABAYA || JDN – Pengerjaan jalan dan drainase box culvert di kawasan Jalan Kedung Mangu, tepatnya perempatan Jalan Randu menuju Jalan Dukuh Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, memicu keluhan meluas dari pengguna jalan dan warga setempat.

Lambatnya penyelesaian proyek menyebabkan penyempitan jalur, permukaan jalan tidak merata, hingga kemacetan parah yang mematikan arus mobilitas warga.

​Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, proses pembetonan atau pengecoran baru menyentuh sebagian badan jalan. Sisa permukaan jalan lainnya masih bergelombang dan belum tergarap. Kondisi ini memaksa kendaraan dari dua arah berlawanan berebut melintasi lajur sempit yang tersisa.

​Dampaknya, penumpukan kendaraan tak terhindarkan, terutama pada jam padat pagi dan sore hari. Pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan dan mengantre hingga berjam-jam untuk dapat melintas.

​Pembangunan box culvert yang semula digadang-gadang menjadi solusi penanganan banjir dan perbaikan infrastruktur, kini justru dinilai berbalik menjadi sumber persoalan baru bagi masyarakat.

​Seorang warga setempat mengungkapkan kekecewaannya atas pengerjaan proyek yang tak kunjung memperlihatkan tanda-tanda penuntasan tersebut.

​”Bukannya memperlancar mobilitas warga, proyek yang belum selesai ini justru menjadi sumber kemacetan. Kami berharap segera diselesaikan karena kondisi seperti ini sangat mengganggu pengguna jalan,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (11/8/2026).

​Masyarakat kini mempertanyakan komitmen dan target waktu pengerjaan dari kontraktor pelaksana serta instansi terkait. Lambannya progres fisik di lapangan tidak hanya merugikan waktu pengguna jalan, tetapi juga berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas akibat kondisi jalan yang tidak rata dan minimnya pengalihan arus yang representatif.

​Warga mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama dinas terkait untuk turun tangan mengevaluasi kinerja pelaksana proyek di lapangan.

Langkah konkret dan percepatan pengerjaan sangat dibutuhkan agar aspek keamanan, kenyamanan, dan kelancaran lalu lintas di kawasan Kedung Mangu hingga Dukuh Bulak Banteng dapat segera dipulihkan.

​Kini, masyarakat tidak lagi membutuhkan janji teknis, melainkan kepastian tanggal penyelesaian agar akses jalan vital tersebut kembali berfungsi sebagaimana mestinya. (Didin)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *