SIDOARJO || JDN – Suasana tenang di Dusun Sudimoro, Desa Betro, Kecamatan Sedati, mendadak mencekam pada Rabu (14/1/2026) malam. Sebuah ledakan hebat yang diduga berasal dari serbuk bahan peledak petasan menghancurkan sebuah rumah kos dan merusak bangunan warga di sekitarnya.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.40 WIB ini mengakibatkan seorang remaja berinisial DA (15), asal Jember, mengalami luka bakar serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Menurut informasi yang dihimpun di lokasi, ledakan berasal dari kamar kos yang dihuni oleh korban. Kerasnya dentuman menyebabkan dinding tembok rumah kos ambruk dan bagian atap jebol. Tidak hanya itu, beberapa rumah warga yang berada di radius dekat titik ledakan juga dilaporkan mengalami kerusakan materiil.
Babinsa Desa Betro, Serda Syaikhul A, bersama Bhabinkamtibmas Aiptu Purwanto yang menerima laporan warga segera mengamankan lokasi bersama Kanit Reskrim Polsek Sedati.
”Kami segera melakukan sterilisasi area untuk menghindari kerumunan warga dan memastikan tidak ada ledakan susulan. Korban sudah dievakuasi menggunakan ambulans relawan JES ke RSUD Notopuro Sidoarjo,” ujar perwakilan petugas di lapangan.
Tim Inafis Polresta Sidoarjo tiba di lokasi sekitar pukul 21.20 WIB untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas mengumpulkan sejumlah bukti untuk memastikan penyebab pasti ledakan yang sementara ini diduga kuat berasal dari obat bubuk petasan milik korban.
Akibat insiden ini, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah). Kerusakan meliputi:
Bangunan Utama, Dinding roboh dan atap hancur. Kerusakan ringan hingga sedang pada rumah warga di sekitar titik nol ledakan.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian sudah dinyatakan kondusif dan telah dipasang garis polisi. Pihak kepolisian dari Polsek Sedati dan Polresta Sidoarjo masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait asal-usul bahan peledak tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan aktivitas penyimpanan bahan berbahaya di lingkungan permukiman guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.(*)











