SUMENEP || JDN – Kebakaran hebat melanda kawasan Perumahan Batu Kencana Blok L, Desa Batuan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura, pada Minggu (19/7/2026) malam. Insiden yang diduga dipicu oleh damar apung ini merembet ke tiga unit rumah warga dan mengakibatkan satu orang dilarikan ke rumah sakit.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.15 WIB tersebut menyebabkan satu rumah mengalami kerusakan berat, sementara dua rumah lainnya rusak di bagian atap. Total kerugian material ditaksir mencapai Rp200 juta.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sumenep mengerahkan lima unit armada ke lokasi kejadian. Bersama personel Polsek Sumenep Kota, Batalyon TP, dan warga sekitar, tim gabungan berjibaku memadamkan api serta mengevakuasi penghuni perumahan. Kobaran api baru berhasil dijinakkan secara total sekitar pukul 23.30 WIB.
Dalam insiden ini, seorang penghuni rumah dilaporkan mengalami luka bakar serius di bagian wajah dan tangan. Korban sempat mendapatkan penanganan darurat di Puskesmas Batuan sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep untuk perawatan intensif. Kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, titik api pertama kali muncul dari salah satu ruangan di rumah yang mengalami kerusakan paling parah. Usai pemadaman, Tim Identifikasi bersama personel Polsek Sumenep Kota langsung menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memasang garis polisi untuk kepentingan investigasi lanjutan.
Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Sumenep Kota AKP Maliyanto Effendi, S.H., M.H., menegaskan bahwa pihak kepolisian bergerak cepat menangani musibah tersebut sejak awal laporan diterima.
”Kepolisian telah melakukan langkah-langkah penanganan, mulai dari pengamanan lokasi, pengaturan arus lalu lintas di sekitar TKP, membantu proses evakuasi korban, melakukan olah TKP, meminta keterangan para saksi, hingga mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan proses penyelidikan,” ujar AKP Maliyanto Effendi.
Meski dugaan awal mengarah pada penggunaan damar apung, AKP Maliyanto menambahkan bahwa kepolisian masih terus mendalami kasus ini untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Menyikapi peristiwa tersebut, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan pemukiman, terutama dalam penggunaan sumber api terbuka. Warga juga diminta segera melapor ke petugas saat terjadi keadaan darurat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. (MLDN)














