Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahPolitik

15 Ketua DPC Sepakat Usung Emil Dardak, Michael Desak Musda Demokrat Jatim Digelar Juli 2026

×

15 Ketua DPC Sepakat Usung Emil Dardak, Michael Desak Musda Demokrat Jatim Digelar Juli 2026

Sebarkan artikel ini

BANYUWANGI || JDN –  Gelombang desakan agar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat segera mempercepat pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur kian menguat. Aspirasi ini mencuat sebagai langkah strategis dalam memperkuat konsolidasi internal partai menghadapi agenda politik ke depan.

​Desakan tersebut salah satunya disuarakan oleh Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, SH, MH. Ia menilai percepatan Musda sangat krusial untuk memberikan kepastian arah organisasi serta memperkokoh mesin partai hingga tingkat akar rumput (grassroots).

​“Kalau bisa bulan Juli 2026 sudah dapat digelar. Percepatan pelaksanaan Musda DPD Partai Demokrat Jatim akan membawa dampak yang sangat positif terhadap penataan organisasi, termasuk di tingkat bawah,” ujar Michael saat memberikan keterangan kepada media, Kamis (18/6/2026).

​Wakil Ketua DPRD Banyuwangi tersebut menambahkan, kepengurusan definitif yang terbentuk lebih awal akan memicu efek domino positif bagi penguatan struktur partai di seluruh daerah. Langkah ini sekaligus diyakini dapat memaksimalkan proses kaderisasi yang menjadi fondasi utama kebesaran Partai Demokrat di Jawa Timur.

​Selain mendorong percepatan jadwal Musda, Michael membeberkan bahwa mayoritas Ketua DPC Partai Demokrat se-Jawa Timur telah satu suara (kompak) untuk mengusung kembali Emil Elestianto Dardak sebagai nahkoda DPD Partai Demokrat Jatim.

​“Beberapa waktu lalu, 15 Ketua DPC berkumpul di Surabaya. Semua menyatakan dukungan penuh kepada Mas Emil untuk kembali menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Jatim,” tegas politisi senior asal Bumi Blambangan tersebut.

​Michael mengungkapkan, pertemuan di Surabaya tersebut tidak hanya mengunci dukungan tunggal untuk Emil Dardak, melainkan juga mendiskusikan kriteria dan figur yang dinilai layak menduduki posisi strategis di jajaran kepengurusan DPD mendatang, khususnya untuk jabatan Sekretaris dan Bendahara.

​“Kami juga membahas sosok yang layak, cakap, dan memiliki kemampuan untuk menempati jabatan Sekretaris dan Bendahara DPD nanti,” imbuhnya.

​Kriteria Sekretaris dan Bendahara Muncul Nama Mugianto dan Sukur Priyanto ​Khusus untuk posisi Sekretaris DPD, Michael menekankan 

pentingnya figur penyeimbang yang memiliki visi kuat dalam mendukung efektivitas kinerja Ketua DPD, sekaligus mampu merangkul seluruh elemen partai.

​“Harus benar-benar sosok yang punya visi untuk membantu dan mendukung kerja Ketua DPD, sekaligus memiliki visi kuat untuk membesarkan partai. Untuk itu dibutuhkan pribadi yang gesit, lincah, serta mampu mengayomi jajaran organisasi di bawahnya,” jelas Michael.

​Lebih lanjut, ia menekankan bahwa seorang Sekretaris DPD yang ideal wajib mengenal secara mendalam karakter dan kondisi sosiologis masing-masing Ketua DPC di daerah, mengingat DPC adalah ujung tombak pergerakan partai.

​“Harus mau merawat dan memperhatikan Ketua DPC, karena itu salah satu kunci untuk membesarkan partai,” kata Michael retoris.

​Berdasarkan hasil serap aspirasi dari 15 Ketua DPC dalam pertemuan di Surabaya tersebut, kini telah mengerucut dua nama potensial yang dianggap mumpuni untuk menjabat sebagai Sekretaris DPD, yaitu ​Mugianto (saat ini menjabat sebagai Plt Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Timur).​H., Sukur Priyanto, SE, M.AP (Ketua DPC Partai Demokrat Bojonegoro), ​Sementara itu, untuk posisi Bendahara DPD, Michael menggarisbawahi pentingnya aspek integritas. Figur yang dipilih harus amanah, profesional, dan memiliki trakrindal yang bersih dalam mengelola anggaran Bantuan Politik (Banpol) maupun kebutuhan operasional organisasi lainnya.

​Kendati dinamika dan usulan di tingkat arus bawah bergulir dengan dinamis, Michael menegaskan bahwa seluruh aspirasi dari DPC ini tetap akan diserahkan dan tunduk pada mekanisme formal serta hak prerogatif pimpinan partai.

​“Semua kembali kepada Mas Emil ketika kembali menjabat Ketua DPD Partai Demokrat Jatim nanti, serta kepada DPP Partai Demokrat sebagai pengambil keputusan akhir. Kami di bawah akan tunduk dan patuh terhadap keputusan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),” pungkas Michael. (Limbad86)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *