Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaBudayaDaerah

Jaga Kondusivitas 1 Suro dan HUT Persebaya ke-99, Bonek Sidoarjo, PSHT, dan PSHW Gelar Silaturahmi Kamtibmas

×

Jaga Kondusivitas 1 Suro dan HUT Persebaya ke-99, Bonek Sidoarjo, PSHT, dan PSHW Gelar Silaturahmi Kamtibmas

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO || JDN – Menjelang dua momentum besar di Jawa Timur, sejumlah elemen suporter Bonek Sidoarjo bersama perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan PSHW Tunas Muda Cabang Sidoarjo menggelar pertemuan silaturahmi dan koordinasi strategis. Langkah taktis ini diambil guna memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kondusivitas wilayah Kabupaten Sidoarjo.

​Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini diinisiasi untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-99 Persebaya Surabaya pada 18 Juni 2026, yang waktunya berdekatan dengan momentum sakral 1 Suro 1448 Hijriah pada 16 Juni 2026. Kedua momen besar tersebut disepakati sebagai tradisi dan kebanggaan masyarakat yang wajib dirawat bersama dengan semangat saling menghormati.

​Dalam forum tersebut, keterwakilan elemen Bonek Sidoarjo dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci, di antaranya Mas Adit (Bonek Selatan), Cak Ikhsan (Republik Bonek Sidoarjo), Hendhi Wahyudianto alias Cak Hendhi dan Erwin (Arek Bonek Sidoarjo), Cak Dono (Panti Asuhan Bonek), Cak Dares (Bonek Liar Sidoarjo), Cak Agus Soto (Bonek MLB), serta Mas Fikri (Bonek Lotus).

​Sementara itu, delegasi dari keluarga besar PSHT dipimpin oleh Mas Agus Black, Mas Fikri, Mas Tarom, dan Mas Jefri. Adapun dari keluarga besar PSHW Tunas Muda Kabupaten Sidoarjo dihadiri langsung oleh Purnomo atau yang akrab disapa Cak Pur, beserta jajaran anggota lainnya.

​Perwakilan Arek Bonek Sidoarjo, Hendhi Wahyudianto (Cak Hendhi), menekankan bahwa komunikasi yang intensif dan sehat antar-komunitas, suporter, dan perguruan silat adalah fondasi utama untuk mengantisipasi potensi gesekan di lapangan.

​”Momentum ini harus menjadi sarana mempererat silaturahmi, bukan sebaliknya. Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta nama baik Kabupaten Sidoarjo,” tegas Cak Hendhi.

​Senada dengan hal tersebut, Mas Agus Black yang mewakili keluarga besar PSHT, mengapresiasi ruang dialog ini. Kehadiran anggota PSHT yang juga merupakan bagian dari Bonek menjadi bukti nyata bahwa persaudaraan lintas organisasi dapat terjalin tanpa sekat. Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan ucapan selamat atas hari jadi tim kebanggaan Arek-Arek Suroboyo.

​”Kami keluarga besar PSHT mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-99 untuk Persebaya. Semoga Persebaya semakin jaya, semakin berprestasi, dan terus menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Timur,” ungkap Mas Agus Black.

​Apresiasi serupa juga datang dari PSHW Tunas Muda Kabupaten Sidoarjo. Cak Pur menyatakan bahwa sinergi dan komunikasi yang baik antar-elemen masyarakat adalah kunci utama dalam menciptakan ruang publik yang aman dan damai.

​”Persaudaraan harus selalu menjadi prioritas utama. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa bersama-sama menjaga situasi tetap aman, damai, dan kondusif demi kepentingan masyarakat luas,” tutur Cak Pur.

​Sebagai bentuk respek dan komitmen timbal balik, Cak Hendhi mewakili Bonek Sidoarjo turut memberikan ucapan selamat dan doa restu kepada seluruh anggota PSHT dan PSHW Tunas Muda yang akan melaksanakan rangkaian tradisi peringatan 1 Suro 2026.

​”Kami keluarga besar Bonek Sidoarjo mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh dulur PSHT dan PSHW Tunas Muda dalam pelaksanaan kegiatan 1 Suro 2026. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, tertib, penuh keberkahan, dan semakin mempererat tali persaudaraan,” ucapnya.

​Pertemuan lintas sektor ini melahirkan sebuah kesepakatan moral yang kuat. Melalui koordinasi dini ini, seluruh pihak optimistis bahwa peringatan HUT ke-99 Persebaya maupun rangkaian kegiatan 1 Suro 2026 di Kabupaten Sidoarjo akan berlangsung dengan aman, tertib, dan menjadi percontohan sinergi positif di Jawa Timur.

​Pertemuan tersebut ditutup dengan sebuah komitmen bersama: “Beda organisasi, satu persaudaraan. Beda latar belakang, satu tujuan: menjaga Sidoarjo tetap aman, damai, dan kondusif.” (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *