SAMPANG || JDN – Masyarakat Desa Komis, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, digegerkan oleh penemuan jenazah seorang pemuda berinisial R (20) pada Sabtu (09/05/2026) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di samping kediamannya sekitar pukul 09.00 WIB.
Pihak kepolisian yang menerima laporan warga segera menerjunkan personel Polsek Kedungdung, anggota Koramil, serta tim identifikasi Polres Sampang ke lokasi kejadian. Petugas langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
Berdasarkan penyelidikan sementara, dugaan kuat mengarah pada tindakan bunuh diri yang dipicu oleh tekanan ekonomi. Kapolsek Kedungdung, IPTU Syafriwanto, mengungkapkan bahwa korban sebelumnya memiliki riwayat percobaan tindakan serupa.
“Untuk motif masih kami dalami. Namun berdasarkan informasi dari warga, sekitar satu tahun lalu korban juga pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan meminum cairan pembersih dan sempat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas terdekat,” ujar IPTU Syafriwanto di lokasi kejadian.
Polisi memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh pemuda tersebut. Hal ini diperkuat oleh hasil pemeriksaan tim medis dari Puskesmas setempat yang menyatakan bahwa penyebab kematian murni akibat gantung diri.
Saat petugas tiba di lokasi, jenazah telah diturunkan oleh pihak keluarga dibantu warga sekitar. “Barang bukti berupa tali telah kami amankan, dan jenazah sudah kami serahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman,” tambahnya.
Menyikapi peristiwa tragis ini, IPTU Syafriwanto mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis keluarga maupun tetangga. Ia menekankan pentingnya komunikasi dalam menghadapi setiap persoalan hidup.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak memendam persoalan hidup sendirian. Segeralah berkomunikasi dengan keluarga, tokoh masyarakat, pemerintah desa, maupun kami di kepolisian,” tegas Kapolsek.
Ia menambahkan bahwa Polsek Kedungdung terbuka bagi warga yang ingin berkeluh kesah atau memerlukan bantuan dalam menghadapi tekanan sosial maupun ekonomi. “Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional atau dukungan orang terdekat ketika menghadapi masalah berat,” pungkasnya.
Usai seluruh proses identifikasi selesai, jenazah R langsung dimakamkan oleh pihak keluarga di pemakaman umum desa setempat. (MLDN)














