Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahHukum & Kriminal

Polisi Buru Satu DPO Pengeroyok Anggota Intel di Surabaya, Tiga Pelaku Berhasil Diringkus

×

Polisi Buru Satu DPO Pengeroyok Anggota Intel di Surabaya, Tiga Pelaku Berhasil Diringkus

Sebarkan artikel ini

SURABAYA || JDN – Aksi premanisme jalanan di Kota Surabaya kian mengkhawatirkan. Seorang anggota unit Intelijen Keamanan (Intelkam) Polsek Mulyorejo berinisial H, menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang di depan SPBU Kenjeran pada Minggu sore (27/4/2026). Ironisnya, insiden ini terjadi saat petugas tersebut tengah menjalankan tugas kedinasan.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengeroyokan terjadi di kawasan padat lalu lintas yang memicu keresahan warga sekitar. Menanggapi insiden tersebut, Unit Reskrim Polsek Mulyorejo bergerak cepat melakukan pengejaran.

​Kanit Reskrim Polsek Mulyorejo, AKP Djoko Soesanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengamankan tiga orang tersangka.

​”Benar mas, kita sudah mengamankan tiga orang berinisial E, R, dan S. Setelah tiga pelaku ini kita periksa, (hasilnya) mengerucut empat orang, satu masih DPO. Jadi bukan berjumlah 10 orang, melainkan empat orang,” ujar AKP Djoko melalui pesan singkat, Kamis (30/4/2026).

​Saat ini, pihak kepolisian masih memburu satu pelaku lainnya yang telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Penegasan ini sekaligus meluruskan kabar simpang siur di masyarakat yang menyebutkan pelaku berjumlah belasan orang.

​Meskipun kasus ini melibatkan anggotanya, pihak Polsek Mulyorejo tampak berhati-hati dalam memberikan keterangan lebih lanjut mengenai motif pengeroyokan.

Kanit Intel Polsek Mulyorejo, Ipda Dian Purwa, mengarahkan awak media untuk mengonfirmasi detail perkara langsung kepada pimpinan.

​”Langsung saja ke Bu Kapolsek mas, langsung saja datang ke kantor,” ujar Ipda Dian saat dihubungi melalui sambungan telepon.

​Hingga berita ini dipublikasikan, Kapolsek Mulyorejo, AKP Desy Ratnasari, belum memberikan respons resmi meskipun telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp sejak Rabu (29/4) hingga Kamis (30/4).

​Insiden yang menimpa aparat penegak hukum di ruang publik ini memicu reaksi keras dari warga. Keberanian pelaku melakukan aksi kekerasan terhadap polisi dinilai sebagai alarm bahaya bagi keamanan warga sipil.

​”Kalau anggota polisi saja berani dikeroyok, bagaimana dengan masyarakat biasa? Ini sangat meresahkan,” ungkap salah satu warga di lokasi kejadian yang enggan disebutkan namanya. Warga lainnya juga mendesak agar hukum ditegakkan tanpa kompromi. 

“Jangan sampai pelaku dibiarkan bebas berkeliaran. Negara tidak boleh kalah oleh aksi kekerasan jalanan,” tegasnya. (MLDN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *