KEDIRI || JDN -Dalam upaya memperkokoh jiwa nasionalisme di kalangan generasi muda, Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si., menerima audiensi pengurus Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia (PJDBI) di ruang kerjanya, Senin (20/4/2026). Pertemuan ini menjadi momentum strategis dalam membahas penguatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) berbasis nilai kebangsaan.
Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah pengurus inti PJDBI, termasuk R.M. W.T. Suhardono, yang juga dikenal sebagai pengelola situs bersejarah Ndalem Pojok Persada Soekarno. Fokus diskusi tertuju pada pengembangan program pembinaan karakter yang lebih aplikatif dan kontekstual bagi para santri serta pemuda di wilayah Kediri.
Kapolres Kediri menekankan bahwa kolaborasi antara kepolisian dan lembaga pendidikan seperti pesantren merupakan pilar penting dalam membenteng generasi penerus dari degradasi moral dan krisis identitas bangsa.
“Penguatan nilai kebangsaan perlu dibangun secara berkelanjutan, termasuk melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan yang terarah. Sinergi yang baik akan mendukung terciptanya generasi yang memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat,” ujar AKBP Bramastyo.
Lebih lanjut, beliau juga menggarisbawahi pentingnya aspek keberlanjutan. Menurutnya, program ini tidak boleh bersifat seremonial semata, melainkan harus memberikan dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat luas di sekitar lingkungan pesantren.
Menanggapi dukungan tersebut, Suhardono menjelaskan bahwa PJDBI berkomitmen mengembangkan kurikulum diklat yang adaptif dengan tantangan zaman. Program tersebut dirancang untuk menyatukan aspek religiusitas dengan kedisiplinan dan cinta tanah air.
“Program yang disusun diarahkan untuk membentuk karakter sekaligus memperkuat pemahaman kebangsaan, sehingga peserta tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Suhardono.
Melalui pendekatan ini, PJDBI berharap dapat mencetak individu yang tidak hanya mumpuni secara spiritual, tetapi juga memiliki loyalitas tinggi terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Audiensi ini diakhiri dengan kesepahaman untuk mempererat komunikasi antara kepolisian dan elemen pesantren. Langkah ini diharapkan mampu mengoptimalkan peran PJDBI sebagai pusat penggodokan karakter pemuda yang berjiwa nasionalis, sekaligus menjadi mitra Polri dalam menjaga kondusivitas wilayah melalui edukasi kebangsaan yang masif. (MLDN)














