Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Takziah ke Rumah Balita Korban Sungai Kalidawir, Wabup Sidoarjo Ingatkan Kewaspadaan Kolektif

×

Takziah ke Rumah Balita Korban Sungai Kalidawir, Wabup Sidoarjo Ingatkan Kewaspadaan Kolektif

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO || JDN – Suasana duka mendalam menyelimuti kediaman keluarga almarhum Gibran Septian (2) di Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Senin (13/4/2026). Balita malang tersebut ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan terseret arus Sungai Kalidawir selama enam hari.

​Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, hadir langsung ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan. Didampingi Kepala BPBD Sidoarjo Sabino Mariano dan Camat Tanggulangin Arie Prabowo, kehadiran orang nomor dua di Sidoarjo ini disambut haru oleh pihak keluarga.

​Dalam kunjungannya, Mimik menyampaikan rasa duka cita atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Ia mengapresiasi ketegaran keluarga yang telah mengikhlaskan kepergian ananda Gibran sebagai bagian dari ujian Tuhan.

​”Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kami mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya. Kami berharap keluarga diberikan kesabaran dan keikhlasan. Kondisi jenazah ditemukan dalam keadaan utuh, dan keluarga telah menerima kejadian ini sebagai ujian dari Allah,” ujar Mimik di rumah duka.

​Tragedi ini menjadi pemantik bagi Pemkab Sidoarjo untuk mengevaluasi aspek keamanan di kawasan permukiman yang bersinggungan langsung dengan aliran sungai.

Mimik menegaskan bahwa pengawasan di wilayah rawan harus diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

​”Ke depan, permukiman di pinggir sungai harus lebih diperhatikan dengan pengawasan ketat. Kita akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memperkuat pengamanan di wilayah-wilayah rawan,” tegasnya.

​Lebih lanjut, Hj. Mimik memberikan catatan khusus mengenai pola pengawasan orang tua terhadap anak usia dini (balita). Menurutnya, karakteristik anak-anak yang memiliki rasa ingin tahu tinggi terhadap air sering kali tidak sebanding dengan pemahaman mereka akan bahaya.

Edukasi Bahaya, Anak di bawah usia dua tahun sangat rentan karena belum memahami risiko lingkungan.

Daya Tarik Air, Anak-anak secara naluriah tertarik saat melihat air, kondisi yang kerap memicu kelengahan orang dewasa di sekitarnya.

Perhatian Ekstra, Diperlukan antisipasi bersama antara orang tua dan lingkungan sekitar untuk menjaga ruang gerak anak di area berbahaya.

​”Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap air. Bahkan orang dewasa pun terkadang tertarik, apalagi anak kecil yang belum paham bahayanya. Ini perlu diantisipasi bersama agar tidak ada lagi kelengahan,” tutup Mimik.

​Pihak keluarga menyatakan telah menerima musibah ini dengan ikhlas, sembari berharap pesan kewaspadaan yang disampaikan pemerintah dapat menjadi pelajaran bagi warga lainnya di sepanjang bantaran sungai Sidoarjo. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *