PROBOLINGGO || JDN – Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berfokus pada Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan. Langkah ini diwujudkan melalui penguatan sinergi strategis bersama Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Probolinggo.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Probolinggo, AKBP Dr. M. Wahyudin Latif, saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Perhutani KPH Probolinggo pada Selasa (7/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, AKBP Latif menegaskan bahwa pengamanan kawasan hutan merupakan elemen krusial dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah secara menyeluruh. Menurutnya, kerusakan hutan akibat aktivitas ilegal dapat memicu dampak sosial dan lingkungan yang luas.
”Polres Probolinggo siap mendukung penuh pengamanan kawasan hutan. Ini adalah bagian dari upaya kita menjaga stabilitas keamanan wilayah,” tegas AKBP Latif.
Ia menambahkan bahwa langkah-langkah strategis dan kolaborasi yang solid antara Polri dan KPH sangat diperlukan agar manfaat hutan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
”Kawasan hutan harus kita jaga dan amankan dari gangguan tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Kelestarian alam ini akan berdampak langsung bagi kualitas hidup lingkungan dan masyarakat di sekitarnya,” imbuhnya.
Menanggapi dukungan tersebut, Administratur/KKPH Probolinggo, Akhmad Faizal, S.Hut. MM, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan kunjungan jajaran Polres Probolinggo. Ia menilai kehadiran Polri merupakan suntikan moral yang kuat bagi jajarannya di lapangan.
”Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan langkah nyata memperkuat sinergi dalam menjaga kawasan hutan negara. Kami sangat mengapresiasi dukungan Bapak Kapolres,” ujar Faizal.
Faizal menekankan bahwa keterlibatan kepolisian sangat krusial mengingat kompleksitas perlindungan hutan yang mencakup fungsi ekologis dan sosial. Menurutnya, tantangan di lapangan tidak mungkin diselesaikan oleh pihak Perhutani secara mandiri.
”Melalui sinergi dan kolaborasi ini, kami berharap pengawasan di lapangan semakin optimal. Dengan demikian, setiap potensi gangguan keamanan hutan dapat dideteksi dan dicegah sejak dini,” pungkasnya.(*)











