Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Gedung SD Rongtengah 5 Sampang Roboh Total, Kelalaian Mitigasi Disdik Jadi Sorotan

×

Gedung SD Rongtengah 5 Sampang Roboh Total, Kelalaian Mitigasi Disdik Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

SAMPANG || JDN -Kondisi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Sampang kembali berada di titik nadir. Bangunan SD Rongtengah 5 yang berlokasi di Jalan Merapi, Kelurahan Rongtengah, dilaporkan roboh total pada Senin (30/03/2026) pagi. Insiden ini mempertegas buruknya pengawasan dan lambatnya respons pemerintah daerah terhadap fasilitas publik yang kritis.

​Ambruknya bangunan tersebut diduga kuat akibat material konstruksi yang telah lapuk dimakan usia, sehingga tidak lagi mampu menahan beban struktur. Beruntung, insiden ini tidak memakan korban jiwa. Pihak sekolah telah lama mengosongkan ruangan tersebut karena kondisinya yang dinilai mengancam nyawa siswa.

​Kepala Sekolah SD Rongtengah 5, Ibu Surati, menjelaskan bahwa meski bangunan utama hancur, aktivitas belajar mengajar tetap dipaksakan berjalan dengan fasilitas seadanya.

​”Saat ini, siswa kelas 6 terpaksa kami pindahkan ke sisi utara sekolah. Kami menggunakan ruang kelas kecil yang disekat secara darurat agar anak-anak tetap bisa belajar,” ujar Surati saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

​Ironisnya, musibah ini bukanlah tanpa peringatan. Surati menegaskan bahwa pihak sekolah telah berulang kali melayangkan laporan resmi ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang jauh sebelum gedung tersebut rata dengan tanah. Namun, hingga detik bangunan itu roboh, belum ada langkah konkret dari pemangku kebijakan.

​”Kami berharap bangunan segera diperbaiki agar proses belajar mengajar aman. Kami sudah melapor berkali-kali, namun hingga roboh seperti ini belum ada tindak lanjut,” ungkap Surati dengan nada kecewa.

​Lambatnya respons Disdik dengan dalih menunggu antrean menuai kritik tajam. Prosedur birokrasi yang kaku dianggap mengabaikan aspek keselamatan nyawa siswa yang seharusnya menjadi prioritas utama di atas urusan administrasi.

​Faktor cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda wilayah Madura sejak Agustus 2025 disinyalir menjadi pemicu percepatan kerusakan. Tanpa adanya mitigasi bencana dan renovasi dini, gedung-gedung tua di lingkungan sekolah menjadi bom waktu bagi warga sekolah maupun pemukiman sekitar.

​Hingga berita ini diturunkan, tumpukan material reruntuhan masih dibiarkan berserakan di lokasi, yang dikhawatirkan dapat membahayakan siswa saat jam istirahat atau jika terjadi cuaca buruk susulan.

​Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang melalui sambungan telepon maupun pesan singkat WhatsApp untuk menanyakan langkah rehabilitasi darurat.

Namun, hingga saat ini, pihak Dinas belum memberikan respons atau pernyataan resmi terkait nasib pembangunan kembali gedung SD Rongtengah 5.

​Publik kini menanti tindakan nyata pemerintah daerah agar hak pendidikan anak-anak di Sampang tidak terus terancam oleh reruntuhan gedung yang terabaikan.​(MLDN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *