SAMPANG || JDN – Kesigapan personel Kepolisian Sektor (Polsek) Torjun, Polres Sampang, membuahkan hasil manis. Seorang anak penyandang disabilitas (tunawicara) berinisial F (8) berhasil dipulangkan ke pelukan keluarganya setelah sempat tersesat dan kebingungan di jalan raya saat bersepeda sendirian, Senin (30/03/2026).
Insiden ini bermula saat bocah asal Desa Bajrasoka, Kecamatan Kedungdung tersebut nekat mengayuh sepeda ontel warna merahnya menuju rumah sang paman di Kecamatan Jrengik. Namun, setibanya di Jalan Raya Torjun sekitar pukul 15.00 WIB, F kehilangan arah.
Kondisi F yang tampak menangis di pinggir jalur protokol yang ramai menarik perhatian seorang warga bernama Abd Azis. Khawatir akan keselamatan sang bocah, Azis langsung membawa F ke Mapolsek Torjun.
Setibanya di Mapolsek, petugas sempat menemui kendala dalam menggali identitas korban karena keterbatasan komunikasi verbal yang dialami F. Kendati demikian, melalui pendekatan yang sabar, petugas mencoba memahami isyarat yang diberikan.
”Kami melakukan pendekatan secara perlahan agar anak tersebut merasa tenang. Meski terkendala komunikasi verbal, ia memberikan petunjuk arah dengan gerakan tangan menuju arah barat Mako Polsek,” ujar salah satu personel yang melakukan evakuasi.
Berbekal petunjuk isyarat tangan tersebut, tiga personel Polsek Torjun segera menyisir jalan ke arah barat. Sekitar pukul 16.00 WIB, upaya tersebut membuahkan hasil saat petugas tiba di Dusun Taman, Desa Taman, Kecamatan Jrengik. Sosok F langsung dikenali oleh pamannya, Ahmadi (40).
Pertemuan tersebut berlangsung penuh haru. Ahmadi, mewakili pihak keluarga, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga dan aparat kepolisian yang telah menyelamatkan keponakannya.
”Saya sangat berterima kasih kepada Pak Azis dan bapak-bapak dari Polsek Torjun. Kami sempat khawatir karena F pergi sendirian menggunakan sepeda. Alhamdulillah, berkat kesigapan petugas, keponakan saya pulang dengan selamat tanpa kurang satu apa pun,” ungkap Ahmadi dengan nada bergetar.
Setelah memastikan F dalam kondisi sehat, petugas juga melakukan koordinasi dengan nenek korban di Desa Banjarsokah untuk memberikan kabar kepulangan tersebut.
Menanggapi kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap buah hati mereka.
”Kami mengimbau orang tua agar lebih waspada dalam mengawasi anak, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian khusus, guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di masa mendatang,” tutup perwakilan Polsek Torjun.(MLDN)











