JEMBER || JDN – Meski Operasi Ketupat Semeru 2026 secara resmi telah berakhir, lonjakan arus balik di wilayah Kabupaten Jember terpantau masih tinggi hingga Minggu (29/3/2026). Guna menjamin kelancaran lalu lintas dan keamanan masyarakat, Polres Jember memutuskan untuk menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD).
Kapolres Jember, AKBP Bobby A. Condroputra, melalui Kasatlantas AKP Bernadus Bagas Simarmata, menjelaskan bahwa pengerahan personel ini difokuskan pada titik-titik rawan kemacetan dan objek wisata yang masih dipadati pengunjung di akhir masa libur sekolah.
Berdasarkan data Satlantas Polres Jember, mobilitas kendaraan yang keluar-masuk wilayah Jember selama masa Lebaran 2026 mencapai angka fantastis, yakni 1.153.176 unit. Tren kenaikan juga terlihat pada pengguna transportasi umum.
”Pemudik yang menggunakan transportasi umum tahun ini mencapai 274.646 orang. Ada kenaikan sebesar 4,65 persen jika dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 262.438 orang,” urai AKP Bagas pada Minggu (29/3).
Sektor perkeretaapian di wilayah Daop 9 Jember menjadi primadona pada fase balik kali ini. Lonjakan penumpang tercatat melampaui angka 13.000 orang dalam satu hari. Selain itu, beroperasinya kembali Bandara Notohadinegoro dengan rute langsung Jakarta (Halim Perdanakusuma) dan Bali (Denpasar) memberikan alternatif krusial bagi pemudik kelas menengah-atas.
Walaupun jalur nasional seperti ruas Bangsalsari hingga Kota Jember terpantau ramai lancar, AKP Bagas memberikan catatan khusus pada dua titik simpul kemacetan utama:
Simpang 3 Kaliputih, Rambipuji: Terjadi kepadatan akibat volume kendaraan silaturahmi warga lokal yang berbaur dengan arus balik.
Simpang 4 Mangli, Kaliwates: Sebagai titik strategis penghubung pusat kota, terminal, dan kawasan industri, area ini mengalami antrean panjang pada jam-jam tertentu.
”Tingginya volume kendaraan, keberadaan perlintasan sebidang, serta ketidakseimbangan kapasitas antar-simpang menjadi penyebab utama antrean panjang di wilayah Mangli,” ungkapnya.
Meski puncak arus balik telah terlewati pada Selasa (24/3) lalu, polisi tetap bersiaga di lapangan. KRYD ini diprioritaskan untuk menjaga ritme lalu lintas agar tetap kondusif hingga seluruh aktivitas masyarakat kembali normal pasca-libur panjang.(*)











