GRESIK || JDN -Kepolisian Resor (Polres) Gresik terus mempererat simpul silaturahmi dengan elemen mahasiswa guna memastikan stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Langkah ini diwujudkan melalui forum diskusi bersama Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (Ormek) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Gresik di Aula Rupatama SAR Mapolres Gresik, Rabu (25/2/2026) malam.
Acara yang dipimpin langsung oleh Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, dengan didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Gresik ini, menjadi ruang dialog terbuka untuk menyerap aspirasi sekaligus menyelaraskan persepsi antara kepolisian dan kaum intelektual muda.
Dalam arahannya, AKBP Ramadhan Nasution menekankan bahwa peran mahasiswa sangat vital sebagai mitra strategis Polri, terutama dalam menyambut Bulan Suci Ramadan yang membutuhkan suasana lingkungan yang tenang dan aman.
”Silaturahmi ini bertujuan membangun sinergi agar seluruh kegiatan masyarakat berjalan kondusif. Kami membuka ruang masukan seluas-luasnya dari teman-teman mahasiswa sebagai corong demokrasi,” ujar AKBP Ramadhan.
Ia juga berpesan agar gerakan mahasiswa tetap berada di koridor hukum dan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah. Kapolres menegaskan bahwa Polri sangat menghargai fungsi kontrol sosial yang dijalankan oleh mahasiswa.
Inisiatif ini disambut hangat oleh perwakilan organisasi mahasiswa. Ketua HMI Cabang Gresik, Roisyah Zuliyanti, menyampaikan optimismenya terhadap pola kepemimpinan Kapolres yang inklusif dalam menjaga stabilitas daerah.
Senada dengan itu, Dafa Abie dari PMII Cabang Gresik menggarisbawahi pentingnya implementasi nyata dari slogan “Jogo Gresik”.
“Kolaborasi sesuai peran masing-masing sangat penting agar jargon ‘Jogo Gresik’ benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” tegas Dafa.
Para perwakilan BEM juga berharap forum seperti ini tidak hanya menjadi seremoni sesaat, melainkan menjadi jembatan komunikasi yang berkelanjutan antara mahasiswa dan pihak kepolisian.
Menariknya, AKBP Ramadhan secara terbuka meminta mahasiswa untuk tidak segan mengkritik kinerja institusinya. Ia bahkan menyebut mahasiswa sebagai bagian dari pengawas eksternal Polri.
”Silakan sampaikan kritik dengan cara yang baik. Jika ada anggota kami yang bertindak di luar SOP (Standar Operasional Prosedur), jangan ragu untuk menyampaikan. Kolaborasi ini penting agar kita bisa saling mengontrol,” ungkapnya tegas.
Sebagai bentuk transparansi, Kapolres membuka akses komunikasi langsung melalui nomor WhatsApp pribadi serta mengingatkan layanan Call Center 110 yang siaga 24 jam bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian.
Terkait aksi penyampaian pendapat di muka umum, Kapolres memastikan bahwa Polres Gresik tidak akan menghalangi aspirasi mahasiswa sepanjang dilakukan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga Gresik tetap aman dan nyaman. Kapolres juga memberikan motivasi kepada para aktivis agar sukses dalam studi dan kepemimpinan organisasi demi masa depan bangsa yang lebih baik.(*)











