Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Pantau Harga Sembako di Pasar Porong, Wabup Mimik Idayana Soroti Fasilitas dan Penataan PKL

×

Pantau Harga Sembako di Pasar Porong, Wabup Mimik Idayana Soroti Fasilitas dan Penataan PKL

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SIDOARJO || JDN -Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau stabilitas harga kebutuhan pokok di Pasar Porong pada Selasa (24/2/2026). Selain memastikan keterjangkauan harga di hari keempat Ramadan, Wabup juga menyerap keluhan pedagang terkait infrastruktur pasar yang mulai memprihatinkan.

​Sidak ini dilakukan di sela-sela agenda penyaluran bantuan kursi roda bagi warga Kecamatan Porong. Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, harga sejumlah komoditas pangan dinilai masih berada dalam batas aman meski terdapat fluktuasi kecil.

Example 300x600

​Wabup Mimik berinteraksi langsung dengan para pedagang guna membedah tren harga selama awal bulan suci. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan lonjakan harga yang ekstrem yang dapat membebani daya beli masyarakat.

​“Alhamdulillah, sampai hari ini harga kebutuhan pokok masih stabil. Memang ada kenaikan dan penurunan kecil, tetapi masih dalam batas wajar. Insya Allah ketersediaan sembako juga cukup hingga Lebaran nanti,” ujar Wabup Mimik.

​Meski harga stabil, Mimik mencatat beberapa persoalan krusial terkait kenyamanan pasar. Sejumlah pengunjung mengeluhkan kondisi akses jalan di area pasar yang mulai bergelombang. Kondisi ini dinilai mengganggu mobilitas dan berisiko terhadap keselamatan pengunjung.

​Wabup juga menyoroti banyaknya lapak kosong dan sepinya aktivitas perdagangan di dalam gedung pasar. Menurutnya, hal ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah.

​“Kondisi Pasar Porong ini perlu perhatian bersama. Kami melihat masih banyak lapak yang kosong dan aktivitas pasar belum begitu ramai. Pemerintah harus hadir untuk mencarikan solusi agar pasar kembali hidup dan diminati masyarakat,” tegasnya.

​Salah satu poin penting yang menjadi catatan dalam sidak kali ini adalah keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menjamur di luar area resmi pasar. 

Kondisi ini diduga kuat menjadi penyebab sepinya pedagang di dalam gedung karena adanya ketimpangan zonasi jual beli.

​Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berencana mengkaji ulang penataan PKL agar aktivitas perdagangan lebih tertata dan adil bagi semua pihak. Pihak Pemkab akan segera berkoordinasi dengan pengelola pasar serta paguyuban pedagang untuk merumuskan perbaikan fasilitas dan manajemen zonasi.

​Melalui sidak ini, Pemkab Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjaga stabilitas harga menjelang Idul Fitri 2026, tetapi juga melakukan revitalisasi fungsi pasar tradisional sebagai jantung ekonomi rakyat yang nyaman dan aman.(*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *