SAMPANG || JDN – Wakil Bupati Sampang, H. Ahmad Mahfudz, menghadiri gelaran Haflatul Imtihan Pondok Pesantren Darus Sa’adah Sunan Bonang, Desa Patapan, Kecamatan Torjun, Minggu (8/2/2026). Dalam momentum tersebut, Wabup menekankan pentingnya peran santri dalam pembangunan moral bangsa.
Acara tahunan ini menjadi puncak evaluasi pembelajaran sekaligus ajang silaturahmi akbar yang mempertemukan keluarga besar pengasuh, santri, wali santri, hingga alumni.
Pengasuh Pondok Pesantren Darus Sa’adah, KH Ahmad Mahfud, mengingatkan para santri bahwa kelulusan bukanlah garis finis. Beliau menegaskan bahwa ilmu yang didapat di pesantren harus segera diimplementasikan dalam bentuk nyata di tengah masyarakat.
“Imtihan bukan akhir, tetapi titik awal pembuktian ilmu di tengah masyarakat. Santri harus tetap istiqomah, menjaga nilai-nilai pesantren, dan mengamalkan ilmu dengan penuh tanggung jawab,” tegas KH Ahmad Mahfud dalam sambutannya.
Beliau juga menitipkan pesan mendalam bagi para alumni agar tetap menjaga nama baik almamater. “Lelah dalam belajar akan terbayar, tetapi istiqomah dalam pengabdian adalah perjuangan tanpa akhir,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Sampang, H. Ahmad Mahfudz, mengapresiasi kontribusi nyata pesantren dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlakul karimah.
Wabup menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sampang berkomitmen penuh untuk terus mendukung pendidikan berbasis pesantren. Menurutnya, pesantren adalah pilar utama pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkarakter di Sampang.
“Pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk moral dan akhlak generasi. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung pendidikan pesantren sebagai bagian dari pembangunan SDM yang berkarakter,” ujar Ahmad Mahfudz.
Ia berharap lulusan PP Darus Sa’adah mampu menjadi mutiara dan agen perubahan positif yang menjaga harmoni nilai kebangsaan dan keislaman.
Selain prosesi wisuda, Haflatul Imtihan tahun ini juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh civitas akademika pesantren. Semangat yang diusung tetap konsisten mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap berkhidmah untuk umat serta bangsa.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh para masyayikh, menambah kekhidmatan acara yang dihadiri oleh ratusan wali santri dan tokoh masyarakat setempat.(MLDN/SUP)











