Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHukum & Kriminal

Warga Cerme Meninggal Mendadak di Warkop Menganti, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan

×

Warga Cerme Meninggal Mendadak di Warkop Menganti, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

GRESIK || JDN – Suasana di Dusun Kutil, Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti mendadak gempar pada Minggu (25/1/2026) dini hari. Seorang pria paruh baya, Hugeng Sudiastono (55), dilaporkan meninggal dunia secara mendadak saat tengah berkunjung ke Warung Kopi (Warkop) Monggo Pinarak.

​Korban yang merupakan warga Dusun Kemendung, Desa Ngembung, Kecamatan Cerme tersebut, menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 02.30 WIB sebelum sempat menikmati pesanannya.

Example 300x600

​Menurut keterangan saksi mata di lokasi, korban awalnya datang dalam kondisi tampak biasa saja dan memesan segelas teh hangat. Namun, situasi berubah mencekam ketika korban tiba-tiba mengalami kejang hebat.

​”Korban belum sempat meminum tehnya. Tiba-tiba mengalami kejang-kejang, lalu terjatuh dari tempat duduk dan tidak sadarkan diri,” ujar Misbahul Munir, penjaga warkop yang menjadi saksi kunci di lokasi kejadian.

​Melihat kondisi korban yang memburuk, Misbahul segera meminta bantuan warga dan melaporkan insiden tersebut ke Mapolsek Menganti.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah menggunakan Ambulans Wong Bodho menuju Puskesmas Kepatihan.

​Kapolsek Menganti, AKP Arif Rahman, mengonfirmasi insiden maut tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar (visum et repertum) oleh tim medis, petugas tidak menemukan adanya unsur pidana dalam kematian korban.

​“Dari hasil pemeriksaan medis sementara, tidak ditemukan adanya unsur kekerasan maupun luka mencurigakan pada tubuh korban. Korban diduga kuat meninggal dunia akibat faktor kesehatan,” jelas AKP Arif Rahman saat memberikan keterangan resmi.

​Pihak keluarga korban yang tiba di Puskesmas Kepatihan menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka menolak untuk dilakukan autopsi mendalam dan memilih untuk segera membawa jenazah pulang untuk proses pemakaman.

​Keluarga juga telah menandatangani surat pernyataan tidak menuntut secara hukum di hadapan petugas. Peristiwa tragis ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap kondisi kesehatan pribadi, terutama saat melakukan aktivitas fisik pada jam-jam rawan dini hari.(Berdy/Fungky)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *