Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Peringati World Rabies Day 2026, DPPP Sidoarjo Gelar Vaksinasi Rabies Gratis Cegah Zoonosis

×

Peringati World Rabies Day 2026, DPPP Sidoarjo Gelar Vaksinasi Rabies Gratis Cegah Zoonosis

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO || JDN – Memperingati World Rabies Day (Hari Rabies Sedunia) 2026, Dinas Pangan dan Pertanian (DPPP) Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan program vaksinasi rabies gratis bagi hewan peliharaan warga. Kegiatan yang dipusatkan di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Sidoarjo pada Jumat (18/9/2026) ini, menjadi langkah proaktif pemerintah daerah dalam mencegah penularan penyakit mematikan dari hewan ke manusia.

​Vaksinasi ini menyasar hewan peliharaan yang berpotensi menjadi vektor penularan virus, seperti anjing, kucing, dan kera.

Kepala Bidang Produksi Peternakan dan Kesehatan Masyarakat DPPP Sidoarjo, Drh. Erwin Priatmoko, menegaskan bahwa langkah pencegahan ini tetap krusial meskipun wilayah Sidoarjo dan Jawa Timur secara umum telah menyandang status bebas rabies.

​“Walaupun Sidoarjo bebas rabies, dan Jawa Timur juga bebas rabies, tapi kita tetap harus waspada bahwa rabies itu sangat berbahaya buat manusia,” tegas Erwin Priatmoko di sela-sela kegiatan.

Lebih dari sekadar pemberian vaksin, agenda ini dirancang untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan hewan peliharaan. Menurut Erwin, kesehatan hewan sangat berkorelasi erat dengan kesehatan manusia.

​“Tujuan kita pada hari ini adalah supaya masyarakat Sidoarjo semakin paham pentingnya kesehatan, tidak hanya pada manusia, tapi juga pada hewan kesayangannya,” jelasnya.

​Ia juga mengingatkan masyarakat tentang bahaya zoonosis yang kerap kali diremehkan. 

“Kita harus tahu bahwa 60 persen penyakit pada manusia itu berasal dari hewan atau yang disebut dengan zoonosis,” ujar Erwin.

​Rabies sendiri merupakan salah satu penyakit zoonosis yang paling ditakuti. Tingkat fatalitas penyakit ini sangat tinggi, di mana pasien yang terinfeksi dan terlambat mendapat penanganan pasca-gigitan memiliki risiko kematian hingga 100 persen, tergantung pada letak gigitannya.

Ke depannya, DPPP Kabupaten Sidoarjo berkomitmen untuk terus menggencarkan program vaksinasi hewan secara berkala. Hal ini mencakup pencegahan berbagai penyakit menular lainnya yang dapat berdampak pada sektor peternakan maupun masyarakat luas.

​“Saat ini kami punya vaksin PMK, penyakit mulut dan kuku, dan rabies. Insyaallah kami akan tetap melakukan rutin,” pungkasnya. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *