SAMPANG || JDN – Semangat gotong royong warga Dusun Krampon Timur, Desa Krampon, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, berubah menjadi aksi nyata di tengah minimnya perhatian pemerintah. Lantaran kondisi jalan poros desa yang rusak parah tak kunjung diperbaiki, masyarakat setempat terpaksa turun tangan melakukan perbaikan secara swadaya, Selasa (03/02/2026).
Kondisi infrastruktur yang dipenuhi lubang menganga dan licin saat hujan telah lama menghantui keselamatan pengendara, terutama roda dua. Padahal, jalur tersebut merupakan urat nadi utama bagi aktivitas ekonomi, transportasi, hingga akses pendidikan warga setiap harinya.
Aksi ini melibatkan puluhan warga dari berbagai wilayah, termasuk Dusun Krampon Tengah dan Krampon Timur. Menggunakan material pasir dan batu (sirtu), warga bahu-membahu menutup titik-titik kerusakan yang dianggap paling membahayakan.
Tokoh masyarakat Kampung Sedde’en sekaligus koordinator penggerak warga, Ibu Muhina (Towel), menegaskan bahwa gerakan ini lahir murni dari inisiatif rakyat. Seluruh biaya pengadaan material bersumber dari iuran sukarela dan dana amal masyarakat.
“Untuk perbaikan jalan ini, kami sudah membeli sirtu hampir sebanyak 30 dump truck. Semuanya digunakan untuk menutup dan meratakan jalan rusak,” ungkap Muhina saat ditemui di lokasi kegiatan.
Muhina tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap lambatnya respons dari Pemerintah Desa Krampon maupun Pemerintah Kabupaten Sampang. Menurutnya, pembiaran ini telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa ada kepastian renovasi permanen.
“Jalan ini sudah lama rusak dan belum ada tindak lanjut perbaikan. Karena kondisi semakin membahayakan, akhirnya masyarakat berinisiatif mengumpulkan dana dan memperbaiki jalan sendiri,” tambahnya dengan nada prihatin.
Meski perbaikan dengan sirtu bersifat sementara, warga berharap aksi ini menjadi tamparan sekaligus pengingat bagi pemangku kebijakan.
Masyarakat mendesak agar pembangunan infrastruktur jalan di Desa Krampon segera diprioritaskan dalam anggaran daerah demi keselamatan dan kesejahteraan publik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Krampon belum memberikan keterangan resmi terkait alasan belum tersentuhnya jalan poros tersebut oleh anggaran dana desa (DD) maupun sumber dana lainnya.(MLDN/SUP)











