SIDOARJO || JDN -Minggu (25/1/26) Gelaran Sirkuit 1 Kejurprov IBCA MMA (Integrated Mixed Martial Arts Cross Training Association) Jawa Timur resmi dimulai di Lapangan Hitam, Pasmar 2, Gedangan, Sidoarjo.
Meski berlangsung meriah dan diikuti ratusan talenta muda, ajang bergengsi ini diwarnai kritik tajam terkait minimnya dukungan otoritas olahraga setempat.
Apresiasi tinggi datang dari Ketua Umum KONI Jatim yang diwakili oleh jajaran pengurusnya. Mereka memuji konsistensi IBCA MMA Jatim dalam menjaring atlet potensial.
Pemilihan lokasi di markas petarung Pasmar 2 Gedangan dianggap sebagai langkah strategis untuk menempa mental juara para atlet menuju kancah nasional maupun internasional.
”Kami sangat bangga dengan gairah IBCA MMA di Jawa Timur. Penyelenggaraan di markas petarung ini sangat luar biasa untuk menempa mental juara para atlet kita,” ujar perwakilan KONI Jatim dalam sambutannya.
Namun, di balik pujian tersebut, muncul sorotan tajam yang ditujukan kepada KONI Kabupaten Sidoarjo. Sebagai tuan rumah (host) penyelenggaraan sirkuit perdana ini, tidak satu pun batang hidung perwakilan dari KONI Sidoarjo nampak di lokasi acara.
KONI Jatim pun secara terbuka menyentil ketidakhadiran tersebut. Mereka menegaskan bahwa sinergi antara induk organisasi olahraga daerah dengan pengurus cabang olahraga (cabor) adalah fondasi utama dalam pembinaan atlet lokal.
Absennya dukungan moril dari otoritas olahraga Sidoarjo dinilai sangat kontras dengan fakta banyaknya atlet asal Sidoarjo yang justru bertanding di ajang tersebut.
Menanggapi dinamika organisasi tersebut, Ketua IBCA MMA Sidoarjo, H. Etar, memilih untuk tetap tenang. Ia menegaskan bahwa fokus utama organisasi saat ini adalah memastikan prestasi atlet tidak terganggu oleh persoalan administratif atau kehadiran pejabat.
H. Etar menjelaskan bahwa Sirkuit 1 ini merupakan kawah candradimuka bagi ratusan atlet dari berbagai kota/kabupaten di Jawa Timur. Mereka bertanding untuk memperebutkan poin krusial dalam seleksi menuju PON Sulut di Manado pada Juni mendatang, serta persiapan menuju Sirkuit Internasional di Malaysia.
”Terlepas dari dinamika organisasi yang ada, fokus utama kami tetap pada pengembangan prestasi atlet. Kejuaraan ini adalah langkah nyata agar petarung-petarung MMA Jawa Timur mampu mendominasi di level nasional,” tegas H. Etar.
Melalui ajang ini, IBCA MMA Jatim berharap dapat melahirkan petarung yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki mentalitas juara yang teruji di medan laga yang representatif.(*)

















