SAMPANG || JDN – Suasana tenang di Dusun Mambulu, Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, mendadak gempar. Seorang pemuda berinisial MH (25) ditemukan bersimbah darah setelah melakukan percobaan bunuh diri di kediaman neneknya, Minggu (08/02/2026) sekira pukul 14.00 WIB.
Insiden memilukan ini pertama kali diketahui oleh Arum, nenek korban. Saat itu, ia mendengar suara rintihan lirih yang memanggil namanya dari arah kamar yang ditempati cucunya. Curiga dengan suara tersebut, Arum bergegas memeriksa kamar dan mendapati pemandangan yang menyayat hati.
MH terbaring lemas di lantai dengan luka sayatan serius di beberapa bagian tubuh, meliputi leher sebelah kiri, pergelangan tangan kiri, serta lengan atas kiri. Di dekat posisi korban, ditemukan sebilah pisau dapur yang diduga kuat digunakan untuk melukai diri sendiri.
Melihat kondisi tersebut, Arum spontan berteriak meminta tolong. Warga sekitar yang mendengar teriakan segera berdatangan dan mengevakuasi MH ke Puskesmas Tambelangan menggunakan kendaraan pribadi untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.
Berdasarkan keterangan tim medis Puskesmas Tambelangan, meski kehilangan banyak darah, MH tiba dalam kondisi sadar. Tim medis langsung melakukan tindakan debridement (pembersihan luka), penutupan luka, serta pemberian cairan infus untuk menjaga stabilitas sirkulasi tubuh korban. Saat ini, MH telah dirujuk ke RSUD Sampang guna mendapatkan perawatan intensif dan pendampingan psikologis.
Informasi yang dihimpun dari pihak keluarga menunjukkan bahwa tindakan nekat MH diduga dipicu oleh persoalan asmara. Korban diketahui baru saja mengakhiri hubungan dengan kekasihnya, yang kemudian memicu depresi mendalam.
Kapolsek Tambelangan, AKP Joko Susilo, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia memastikan pihaknya tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan tidak ada unsur pidana dalam peristiwa ini.
”Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan mental diri sendiri maupun orang di sekitar. Jika menemukan kerabat yang menunjukkan tanda-tanda depresi atau pikiran mengkhawatirkan, segera hubungi pihak berwenang atau fasilitas kesehatan agar diberikan bantuan tepat sebelum terlambat,” ujar AKP Joko Susilo.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus memantau perkembangan kondisi kesehatan MH dan mengumpulkan keterangan lebih lanjut dari saksi-saksi di lokasi kejadian.(*)











