MADURA || JDN -Guna memastikan kesiapan fisik dan mental prajurit di garda terdepan, Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) Korem 084/Bhaskara Jaya, Kolonel Inf Agus Al Fauzi, S.I.P., M.I.Pol., memimpin langsung asistensi latihan Pencak Silat Militer (PSM) di wilayah Madura, Rabu (28/01/2026).
Langkah jemput bola ini dilakukan dengan menyisir empat satuan komando distrik militer (Kodim) sekaligus, yakni Kodim 0829/Bangkalan, Kodim 0828/Sampang, Kodim 0827/Sumenep, dan Kodim 0826/Pamekasan. Asistensi ini bertujuan untuk menjamin standarisasi teknik dan kualitas latihan sesuai dengan instruksi Komando Atas TNI AD.
Dalam arahannya, Kolonel Inf Agus Al Fauzi menegaskan bahwa Pencak Silat Militer bukan sekadar olahraga tambahan, melainkan instrumen vital dalam pembinaan prajurit. Ia menggarisbawahi bahwa kemahiran bela diri ini kini berkorelasi langsung dengan karier prajurit.
”Pencak Silat Militer adalah bagian penting dari pembinaan fisik dan mental. Kenaikan sabuk PSM kini menjadi salah satu persyaratan dalam Usulan Kenaikan Pangkat (UKP). Maka, setiap prajurit wajib mengikuti dan memenuhi standar kemampuan yang telah ditentukan,” tegas Kasi Ops.
Menurutnya, PSM dirancang untuk mengasah disiplin, ketangkasan, dan kesiapan tempur tanpa senjata, yang sangat krusial dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AD di lapangan.
Tak hanya fokus pada internal militer, Kolonel Agus juga mendorong jajarannya untuk memasyarakatkan seni bela diri ini. Ia memandang PSM sebagai jembatan komunikasi sosial antara TNI dan rakyat.
”Kami mendorong agar Pencak Silat Militer disosialisasikan kepada masyarakat. Ini adalah upaya pelestarian budaya dan tradisi asli Indonesia. Kita ingin pencak silat menjadi wadah pembinaan generasi muda sekaligus menjaga warisan budaya bangsa,” tambahnya.(*)

















