Mojokerto || JDN– Senin, (16/2/26) Sebuah truk ekspedisi rute Lampung–Semarang ditemukan terbengkalai dalam kondisi kosong di Rest Area KM 102 Tol Cipali. Sang pengemudi, Ujang (46), dilaporkan hilang secara misterius bersama seluruh muatan yang seharusnya dikirim ke Jawa Tengah.
Peristiwa yang diduga merupakan tindak kriminalitas atau penggelapan ini mulai terkuak setelah pihak pengelola ekspedisi dan keluarga kehilangan kontak dengan korban sejak Kamis malam lalu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, berikut adalah urutan peristiwa hilangnya korban dan armada:
Ujang berangkat dari Lampung mengendarai Truk Hino 500 FL 260 TI berwarna hijau muda dengan nomor polisi BE 8270 ALB. Target bongkar muat dijadwalkan dilakukan di wilayah Semarang, Jawa Tengah.
Komunikasi terakhir dengan sopir terjadi pada Kamis malam. Setelah itu, baik ponsel maupun perangkat pelacak tidak memberikan respon (loss contact).
Setelah dilakukan penyisiran di sepanjang jalur distribusi, unit truk akhirnya ditemukan terparkir di Rest Area KM 102 Tol Cipali.
Penyisiran di lokasi penemuan menunjukkan situasi yang janggal. Meski kondisi fisik kendaraan masih utuh, terdapat beberapa fakta di lapangan yang menguatkan dugaan adanya tindak kejahatan,
Ujang tidak ditemukan di dalam kabin maupun di sekitar area parkir rest area.
Bak truk dalam kondisi kosong melompong. Seluruh barang muatan yang seharusnya tiba di Semarang telah hilang.
Truk ditinggalkan begitu saja tanpa penjagaan, namun tidak ada kerusakan fisik yang menonjol pada mesin maupun bodi kendaraan.
Pihak keluarga dan perusahaan berharap masyarakat dapat membantu mengidentifikasi pergerakan truk sebelum ditemukan di KM 102. Berikut adalah ciri-ciri kendaraan:
Jenis: Truk Hino 500 FL 260 TI (Roda 10)
Warna: Hijau Muda (Light Green)
Nomor Polisi: BE 8270 ALB
Terdapat stiker bertuliskan “Simple Style” pada bagian kaca depan atas.
Bagi masyarakat, rekan sesama pengemudi, atau saksi mata yang melihat keberadaan Saudara Ujang (warga Desa Candimas, Lampung Selatan) atau melihat aktivitas mencurigakan terkait truk tersebut sebelum mencapai KM 102, diharapkan segera menghubungi pihak kepolisian terdekat atau melaporkan kepada pihak keluarga/perusahaan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait tengah melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengungkap apakah kejadian ini murni perampokan (begal) atau terdapat unsur penggelapan.(*)











